Selamat Datang di Website Resmi Dr. H. Achmad Baidowi, S.Sos., M.Si Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Wakil Ketua Baleg DPR RI Ketua PP GMPI |

Ikuti Media Sosial:

Disebut Tak Lolos Parlemen di Survei SMRC, PPP: Kami Tidak Ikut Survei, tapi Pemilu

Jakarta – Hasil survei teranyar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis hari ini menunjukkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Partai yang kini dipimpin oleh Muhamad Mardiono ini hanya meraup suara sebesar 2,9 persen alias turun dari yang sebelumnya sebesar 4,5 persen pada Pemilihan Umum 2019.

Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi, menegaskan bahwa partainya hendak mengikuti Pemilu 2024, bukan survei. Oleh sebab itu, PPP memilih biasa saja melihat hasil survei tersebut.

“PPP tidak ikut survei, kami mau ikut Pemilu. Biasa saja namanya lembaga survei memberikan persepsi publik hari ini silakan saja,” kata Achmad kepada Tempo, Ahad, (18/12/2022).

Kendati demikian, dia menyebut mesin partai PPP sudah bergerak. Bahkan hari ini, Achmad sedang berada di Pamekasan, Madura, untuk melakukan konsolisasi politik di daerah.

Dia menjelaskan, konsolidasi ini turut menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut diundang dalam dialog interaktif bersama masyarakat.

Baca Juga:  Orang-orang Haji Lulung Mundur dari PPP Jakarta, Baidowi: Bukan Soal Like and Dislike

“Hari ini saya di Pamekasan. Konsolidasi di sini kebetulan digelar dialog interaktif dengan Menteri Pariwisata. Luar biasa antusiasme masyarakat, kawula muda, terhadap kegiatan PPP,” kata Achmad.

Menurut Achmad, kegiatan semacam konsolidasi inilah yang ditunaikan untuk menaikkan citra partainya. Sehingga, pada 2024 partai berlambang kabah ini bisa mendapatkan kursi di Senayan. “Itu salah satu yang kami lakukan untuk menaikkan citra partai,” ujarnya.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengungkap hasil survei terbaru SMRC yang dilakukan secara tatap muka pada 3 sampai 11 Desember 2022. Dibanding hasil pemilu 2019 lalu, dukungan kepada PDIP naik dari 19.3 persen menjadi 24,1 persen. Sementara Demokrat juga sedikit naik dari 7,8 persen menjadi 8,9 persen atau relatif stabil. 

“Sementara partai-partai lain yang ada di parlemen cenderung menurun,” kata Devi dalam paparannya, Ahad, 18 Desember 2022.

Dalam presentasinya, Deni menyatakan bahwa jika pemilu diadakan sekarang, PDIP mendapat dukungan terbesar, 24,1 persen. Kemudian disusul dengan Golkar 9,4 persen dan Gerindra 8,9 persen.

Baca Juga:  Daftar Calon Exco PSSI, Wakil Ketua Baleg DPR RI Bicara Prestasi dan Penghentian Liga

Tapi peroleh suara kedua partai menurun dibandingkan 2019. Saat itu, Golkar dan Gerindra masing-masing memperoleh 12,3 dan 12,6. Barulah diurutan keempat ada Demokrat.

Di urutan kelima ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 6,2 persen atau turun dari 2019 yang mencapai 8,2 persen. Urutan keenam ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 6,1 persen, juga turun dari 2019 yang mencapai 9,7 persen.

Sisanya yaitu tiga partai lain di parlemen. Mulai dari Nasdem 3,2 persen atau turun dari 9,1 persen. PPP sebesar 2,9 persen atau turun dari 4,5 persen. Terakhir Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 1,7 persen atau turun dari 6,8 persen.

“Sementara partai-partai lain mendapat dukungan di bawah 1 persen, dan yang belum tahu ada 20,9 persen,” kata Deni.

Di luar 9 partai parlemen tersebut, ada nama Partai Perindo yang peroleh suaranya mencapai 4,6 persen. Suara partai besutan pengusaha Hary Tanoesoedibjo ini mengalahkan NasDem, PPP, dan PAN.

Namun demikian, Deni menyebut bahwa setiap partai masih punya peluang menaikkan dukungan. “Karena masih ada sekitar 20,9 persen warga yang saat ini belum menentukan pilihan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hasil Survei Capres Cawapres Ganjar-Sandi Uno Diyakini PPP Lebih Tinggi Dibanding Ganjar-RK

Survei ini dilakukan dengan populasi yang dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1029 atau 84 persen.

Sebanyak 1029 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1669667/disebut-tak-lolos-parlemen-di-survei-smrc-ppp-kami-tidak-ikut-survei-tapi-pemilu

Berita Terbaru

Terpopuler

© 2016 - 2023 | achbaidowi.com