Wasekjen PPP Senang, Persebaya Kembali Berstatus Anggota PSSI

RMOL. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ach. Baidowi menyambut gembira hasil Kongres Tahunan PSSI 2017 yang berlangsung di Bandung, Minggu (8/1).

Kegembiraan pria yang akrab disapa Awiek ini menyusul dipulihkannya kembali status Persebaya dalam keanggotaan PSSI.

Diketahui, hasil Kongres tahunan PSSI 2017 akhirnya memutuskan klub berjuluk ‘Bajul Ijo’ tersebut sudah bisa berlaga dari kasta Divisi Utama mulai tahun 2017.

“Kami menyambut gembira karena status Persebaya sudah dipulihkan kembali oleh PSSI,” ucap Awiek kepada rmoljakarta, Minggu (8/1).

Anggota Komisi II DPR RI ini menyebutkan, Persebaya merupakan salah satu klub legendaris pemasok pemain Timnas Indonesia.

Sejumlah pemain hebat Timnas seperti, Andik Virmansyah yang saat ini sudah mulai berkarir di salah satu Klub Malaysia dan Evan Dimas Darmono yang sukses membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013 tersebut lahir dan dibesarkan di klub sepakbola yang berhome base di Kota Pahlawan ini.

“Karena selama ini, pembinaan di Persebaya cukup bagus dan kompetisi internal juga jalan,” imbuh legislator berlatarbelakang pesantren ini.
Seiring dengan dipulihkannya kembali status keanggotaan Persebaya oleh PSSI, Awiek berharap akan banyak menelurkan pemain-pemain Timnas yang handal.

“Saya harap nanti lahir pemain Timnas mengikuti jejak seniornya,” ujar pria yang saat ini jadi anggota Pansus RUU Pemilu ini.

Dikatakan Awiek, sebagai salah satu klub sepakbola legendaris, seharusnya PSSI menempatkan Persebaya untuk tampil di ISL bukan di Divisi Utama.
“Tapi kita hormati keputusan Kongres PSSI yang menempatlan persebaya di Divisi Utama,” Ujar dia.

“Dengan bermain d Divisi Utama, kita berharap Oersebaya lebih punya waktu untuk mempersiapkan tim yang kuat,” tukas Awiek. [has/zul]

Source: http://www.rmoljakarta.com/read/2017/01/08/39903/Wasekjen-PPP-Senang,-Persebaya-Kembali-Berstatus-Anggota-PSSI-

PPP: Politik Dinasti Rawan Korupsi

RMOL. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Wasekjen PPP) Ach Baidowi menilai politik dinasti yang berlangsung di sejumlah daerah hanya menjadi pemicu tindak pidana kurupsi.

Ia mengatakan, tertangkapnya Bupati Klaten, Jawa Tengah (Jateng) Sri Hartini melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) penyidik KPK semakin menguatkan tradisi politik dinasti ini rawan korupsi.

“Bahwa dinasti politik berkorelasi dengan perilaku koruptif,” jelas pria yang akrab disapa Awiek ini saat dihubungi rmoljakarta.com, Selasa (3/1).

Anggota Komisi II DPR RI ini mengungkapkan, politik dinasti di Klaten ini terbilang unik dimana kekuasaan berada dalam dua keluarga yang saling bergantian menjabat bupati dan wakil bupati selama puluhan tahun.

Oligarki kekuasaan ini sambung Awiek menyebabkan lemahnya pengawasan publik yang memang seringkali dibonsai.

“Apa yang terjadi di Klaten hanyalah salah satu contoh saja,” imbuh dia.

Lebih lanjut Awiek mengatakan, DPR bersama pemerintah sebenarnya sudah mendesain sistem politik yang lebih terbuka dengan melarang pola politik dinasti.

“Namun larangan tersebut dibatalkan oleh MK. Padahal berdasarkan fakta yang ada politik dinasti ini berkorelasi dengan prilaku koruptif,” ujarnya.

Diketahui, sebelum dibatalkan MK, larangan politik dinasti ini diatur dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada.

Dalam Pasal 7 huruf r disebutkan, Warga negara Indonesia yang dapat menjadi Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, serta Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota adalah yang memenuhi persyaratan tidak memiliki konflik kepentingan dengan petahana.

Penjelasan “tidak memiliki konflik kepentingan dengan petahana” dalam UU tersebut adalah tidak memiliki hubungan darah, ikatan perkawinan dan/atau garis keturunan tingkat lurus ke atas, ke bawah, ke samping dengan petahana yaitu ayah, ibu, mertua, paman, bibi, kakak, adik, ipar, anak, menantu kecuali telah melewati jeda 1 kali masa jabatan.

“Kami menyayangkan adanya putusan MK tersebut tapi sebagai sebuah produk hukum ya kita harus hormati,” tukas legislator asal Madura ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik KPK menangkap tangan Tri Hartini karena kasus dugaan menerima suap mutasi dan promosi di lingkungan pemerintah kabupaten Klaten, Jateng, Jumat 30 Desember 2016.

Selain itu,  KPK juga mengamankan Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten Suramlan yang diduga berperan sebagai pemberi suap.

Dari rumah dinas Sri Hartini, KPK mengamankan uang sekitar Rp 2 miliar dan pecahan mata uang asing US$ 5.700 dan SGD 2.035, selain juga catatan penerimaan uang.

Mendiang suami Sri Hartini, Haryanto Wibowo, pernah menjabat bupati Klaten pada periode 2005-2010, dan Sri Hartini sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil bupati Klaten, serta pernah menjadi ketua DPC PDIP Klaten periode 2006-2010 dan bendahara DPD PDIP Jawa Tengah periode 2010-2015. [has/dka]

 

Source : http://m.rmoljakarta.com/news.php?id=39557

Ini Solusi PPP Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan


JPNN.com | JAKARTA – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus mencari formula agar kuota 30 keterwakilan perempuan di parlemen bisa tercapai dalam Pemilu 2019.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi mengatakan untuk memaksimalkan keterlibatan perempuan dalam parlemen, PPP mengusulkan agar kuota 30 persen calon legislatif di nomor urut 1 diberikan kepada perempuan.

“Ini sejalan dengan ketentuan afirmasi bagi perempuan yang sudah tertuang dalam UU parpol,” kata Awi, sapaan Baidowi di kompleks Parlemen Jakarta, Senin (5/12).

Selain itu, kata Wasekjen DPP PPP tersebut, ketentuan ini sekaligus menyempurnakan UU Pemilu sebelumnya maupun PKPU yang mengatur susunan daftar caleg dengan komposisi sekurang-kurangnya satu perempuan di antara tiga caleg.

Untuk tahap awal, kewajiban menempatkan 30 persen perempuan dalam daftar caleg bisa dimulai untuk dapil DPR RI.

Dari 78 daerah pemilihan (Dapil) yang direncanakan pada Pemilu 2019, maka setidaknya 23 caleg perempuan ada di nomor urut satu di 23 dapil.

“Untuk merealisasikan gagasan tersebut, PPP berencana mengundang para aktivis politik perempuan, salah satu di antaranya yang tergabung dalam Maju Perempuan Indonesia (MPI) dan beberapa organisasi lainnya,” pungkas Anggota Komisi II DPR ini.(fat/jpnn)

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2016/12/05/485262/Ini-Solusi-PPP-Penuhi-Kuota-30-Persen-Caleg-Perempuan-

PPP Optimis Santri Bisa Berprestasi

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN – Wakil Sekjen DPP PPP yang juga anggota DPR RI Achmad Baidowi melaksanakan serap aspirasi di LPI Darul Ulum Ponpes Banyuanyar Pamekasan Madura, Jawa Timur, Sabtu (13/8/2015).

Dia bersilaturahmi dan mendengarkan masukan dari kader partai berlambang ka’bah itu.

Hadir juga Pengasuh pondok pesantren Banyuanyar yang juga wakil ketua majelis syariah DPP PPP KH. Muhammad Syamsul Arifin, Dewan Pengasuh Banyuanyar KH. Solahudin al Ayubi, ulama dan simpatisan partai.

Kiai Syamsul Arifin tampak bahagia lantaran Baidowi yang akrab disapa Awiek ini sudah dilantik sebagai anggota DPR, sesekali tertawa saat memberikan sambutan.

Dia berharap Awiek bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Madura.

“Semoga bisa mensejahterakan masyarakat Madura, sebagaimana ajaran agama Islam, Kadang ada juga yang berjanji kalau saya terpilih,” kata kia Syamsul disambut tawa kader PPP di Banyuanyar, Palengaan,pamekasan, Sabtu (13/8/2016).

Sementara Awiek menjelaskan tugas dan wewenang sebagai anggota DPR.

Dia meminta kepada seluruh kader PPP menyampaikan aspirasi daerah masing- masing.

“Meskipun diluar tupoksi kami siap menyampaikan, kami sebagai santri harus siap berjuang dan memebesarkan umat islam,” tegas Awiek.

Di hadapan kader PPP Awiek banyak bercerita tentang kehidupan waktu di pesantren.

Menurutnya meskipun fasilitas terbatas tetap semangat. Awiek berharap muncul Generasi pesantren yang ahli dalam berbagai bidang. Bahkan pihaknya pun optimistis santri bisa berprestasi meskipun dengan fasilitas terbatas

“Kita jangan sampai terpaku pada satu tempat tapi harus punya cita-cita, harus lebih maju,” tegasnya.

Setelah silaturahmi dan serap aspirasi banyak kader meminta foto bersama. Memakai sarung dan kemeja hijau Awiek tampak berbincang santai dengan para kader PPP di halaman pondok pesantren Banyuanyar.

Editor: Hasanudin Aco