PPP Bagikan Kursi Roda untuk Disabilitas

Jakarta – Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono secara simbolis menyerahkan bantuan kursi roda untuk penyandang disabilitas di Gedung DPR-MPR RI, Rabu (25/1/2023). Acara yang digelar oleh Fraksi PPP DPR bertujuan untuk memperingati Harlah ke-50 tahun PPP.

Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi mengatakan bantuan tersebut merupakan baru acara awal dalam rangka Harlah ke-50 tahun PPP. Ia berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi para penyandang disabilitas.

“Bantuan kursi roda ini merupakan salah satu rangkaian bantuan yang diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk tanggung jawab PPP kepada masyarakat, khususnya konstituen partai,” kata Achmad Baidowi dalam keterangan tertulis, Kamis (26/1/2023).

Tak hanya kursi roda, pihaknya turut memberikan sejumlah bantuan lain yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Saat ini panitia Harlah sedang menyusun daftar calon penerima kursi roda yang akan selanjutnya akan diberikan langsung kepada disabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, seorang penerima bantuan Haryanto mengaku senang karena telah mendapatkan kursi roda dari PPP. Pasalnya, kursi roda tersebut bisa membantu dirinya dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah, terima kasih PPP. Selama ini saya sulit beraktivitas karena satu kaki terpaksa diamputasi. Padahal saya harus terus mencari nafkah untuk anak istri,” tutup Haryanto.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-6536416/ppp-bagikan-kursi-roda-untuk-disabilitas

PPP Bela Kaesang: Memang Mardani Mau Privilege Anaknya Diatur Khusus?

Jakarta – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi merespons pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera soal aturan khusus bagi keluarga inti presiden dalam berkarier di politik. Menurut politikus yang disapa Awiek ini, semestinya Mardani tak perlu mengusulkan wacana yang tidak produktif.

“Sebaiknya juga tidak perlu bikin wacana yang aneh-aneh, nggak produktif, lebih baik fokus saja bahwa demokrasi itu memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk berkiprah di politik dan silakan,” kata Awiek kepada wartawan, Kamis (26/1/2023).

Awiek menyebut, berkaca asas keadilan yang disampaikan Mardani, semestinya Kaesang juga punya hak untuk berkiprah di dunia politik. Ia mempertanyakan akankah ada aturan bagi anak seorang pejabat selain presiden jika usulan itu diterapkan.

“Kalau nanti diberikan aturan khusus privilege bagi anak presiden apakah nanti ada aturan privilege bagi anak DPR, anak menteri, anak pejabat, hakim dan seterusnya. Itu kan nggak bagus juga kalau memang equal to equal memperlakukan yang sama. Memang mau, anaknya Pak Mardani Ali Sera diberikan aturan khusus privilege kan nggak bisa juga,” ungkapnya.

“Saya menggunakan logika yang dipakai Pak Mardani Ali Sera yakni menggunakan basis keadilan. Yang namanya keadilan itu nggak ada batasan karena itu hak politik,” kata dia.

Menurut Awiek tak ada yang salah jika putra bungsu presiden tertarik ke dunia politik. Ia menyebut ada hak bagi setiap warga negara yang diatur undang-undang.

“Setiap warga negara memiliki hak dipilih dan memilih,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan adik bungsunya, Kaesang Pangarep, tertarik terjun ke dunia politik. PKS mengusulkan ada aturan khusus bagi keluarga inti presiden dalam berkarier di politik.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan semua individu memiliki hak untuk mencalonkan dan dicalonkan untuk menempati jabatan publik. Dia menekankan proses politik harus diterapkan asas keadilan.

“Semua orang punya hak, mencalonkan dan dicalonkan. Bagus buat politik jika anak muda masuk ke politik. Walau bagaimanapun mesti diterapkan asas keadilan,” kata Mardani dalam cuitan di akun Twitter-nya seperti dilihat, Rabu (25/1/2023).

Namun, menurut Mardani, Kaesang memiliki privilese ketimbang pemuda lainnya.

“Seorang anak Presiden punya privilege yang tidak dimiliki pemuda lain,” ujarnya.

Dengan demikian, Mardani mengusulkan dibuat aturan yang melarang keluarga inti Presiden dicalonkan untuk jabatan publik yang menggunakan mekanisme pemilihan publik.

“Bagus dibuat aturan, keluarga inti Presiden dilarang dicalonkan untuk jabatan publik yang menggunakan mekanisme pemilihan publik. Baik agar sistem berjalan dan adil bagi semua orang,” katanya.

Sumber: https://news.detik.com/pemilu/d-6535200/ppp-bela-kaesang-memang-mardani-mau-privilege-anaknya-diatur-khusus

Soal Reshuffle Kabinet PPP Mupeng, NasDem Cuek

RM.id Rakyat MerdekaPartai Persatuan Pembangunan (PPP) mengamini adanya rumor reshuffle Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo. Meski belum diketahui waktu dan pos menteri/lembaga negara apa yang akan dirombak, PPP mengaku siap memberikan kader terbaiknya jika dibutuhkan.

“PPP sebagai partai yang sudah lama di DPR dan perpolitikan Indonesia tentu memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di segala bidang,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Achmad Baidowi, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pria yang akrab disapa Awiek ini mengatakan, partainya memi­liki sumber daya manusia yang baik apabila diminta Presiden mengisi kursi menteri di dalam kabinet. Namun, semua itu adalah hak preogratif Presiden untuk memilih siapa yang pas menjadi pengganti.

Politisi Ka’bah di Senayan ini memprediksi, reshuffle kali ini bisa saja dilakukan dengan mengisi kursi kosong wakil menteri di sejumlah kementerian. Tercatat, ada 9 kursi wamen yang kosong. Di antaranya, Wakil Menteri Sosial, Wakil Menteri ESDM, dan Wakil Menteri Investasi.

“Ada beberapa kursi wamen memang lagi kosong, tentu bisa saja nanti berbarengan dengan reshuffle itu, kan biasanya be­gitu ketika ada reshuffle menteri sekaligus dengan perubahan komposisi di wakil menteri,” sebutnya.

Mantan wartawan ini mengamini, kabar burung ihwal reshuffle kabinet semakin menguat. Kabar itu telah sampai kepadanya. Namun, politisi asal Bayuwangi, Jawa Timur itu belum mengetahui kapan dan siapa menteri yang akan digeser Presiden Jokowi.

Awiek menegaskan, keputusan perombakan kabinet sepenuh­nya merupakan hak prerogatif Presiden. Meski demikian, dia menyebut pembahasan soal perombakan kabinet bisa saja muncul dalam pertemuan antara para ketua umum partai politik dengan Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta semua pihak menung­gu kabar ihwal perombakan atau reshuffle kabinet yang menguat selama beberapa pekan terakhir. “Tunggu,” kata Jokowi saat meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Selasa (24/1).

Jokowi tidak menjawab pasti kapan perombakan kabinet itu akan dilakukan. Mantan Walikota Solo, Jawa Tengah itu diam dan beranjak meninggalkan wartawan saat ditanya apakah reshuffle akan dilakukan pada Februari 2023.

Wacana perombakan ini ramai dibicarakan karena perbedaan jagoan politik Partai NasDem di Pilpres 2024. NasDem menjago­kan eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sementara Jokowi dianggap memiliki ja­goan lain.

Politisi senior Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago tak mau pusing ihwal reshuffle kali ini. Baginya, partai pimpinan Ketua Umum (Ketum) Surya Paloh ini tetap fokus bekerja di bidangnya masing-masing.

“NasDem tetap on the track bekerja sesuai dengan program presiden untuk bangsa dan nega­ra. Komitmen menjaga presiden sampai 2024 itu sudah dilaku­kan NasDem selama bersama pemerintah dua periode,” ujar Irma kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sumber: https://rm.id/baca-berita/parpol/158227/soal-reshuffle-kabinet-ppp-mupeng-nasdem-cuek

Achmad Baidowi Tegaskan Posisi Suharso Monoarfa di Kabinet Jokowi Masih Representasikan PPP

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dugaan keretakan hubungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan eks Ketua Umumnya Suharso Monoarfa masih menjadi sorotan. Lantas, apakah polemik ini akan mengancam posisi Suharso sebagai Menteri Bappenas?

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan ketidakhadiran Suharso dalam acara yang digelar internal PPP tak bisa langsung disimpulkan adanya keretakan. Hingga kini, Suharso masih sebagai kader PPP.

“Konteksnya Pak Mardiono belum bisa mengajak Suharso itu dalam kegiatan yang tadi. Bukan berarti beliau bukan kader PPP. Hari ini ya beliau kader PPP,” kata Baidowi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Karena itu, Baidowi menyatakan PPP memaklumi kesibukan Suharso Monoarfa sehingga tak bisa hadir dalam acara yang digelar oleh PPP. Sebaliknya, internalnya juga tak masalah jika Suharso masih enggan gabung ke kepengurusan.

“Kami tegaskan Pak Suharso bagian dari PPP. Soal kemudian beliau belum mau menjabat di majelis kehormatan maupun belum bisa ikut acara PPP itu kita maklumi saja. Mungkin karena kesibukan beliau. Kayak hari ini beliau ikut ratas bersama Wapres. Jadi bukan berarti beliau tidak mau rekonsiliasi,” jelasnya.

Di sisi lain, Baidowi menuturkan posisi Suharso Monorfa di kabinet kerja Jokowi juga masih merepresentasikan dari PPP. Sebab, dia ditunjuk menjabat posisi itu saat masih menjabat Plt Ketua Umum PPP.

“Di Bappenas representasi dari PPP sampai sekarang. Karena beliau memang ketika maju sebagai Bappenas itu posisi plt Ketua Umum kemudian terpilih menjadi Ketum terus sekarang tidak menjadi ketua umum,” ungkap dia.

Namun begitu, Baidowi menambahkan pihaknya menyerahkan sepenuhnya soal reshuffle kepada Jokowi. Termasuk, jika Suharso Monoarfa termasuk ke dalam menteri yang direshuffle Eks Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Nah apakah beliau akan direshuffle atau tidak, PPP tidak dalam konteks untuk urusan itu karena itu hak prerogratif dari Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono mengakui pihaknya masih belum bisa berkonsiliasi dengan Suharso Monoarfa. Hal itu lantaran Suharso masih enggan datang dalam acara internal PPP.

Acara PPP yang dimkasudkan merupakan Gebyar Harlah PPP. Dalam acara itu, Mardiono mengaku telah mengundang Suharso Monorfa sebagai Eks Ketua Umum PPP, akan tetapi masih belum bisa menghadiri.

“Bapak ibu sekalian saya sebenarnya ingin hari ini mengajak untuk melahirkan simbol persatuan itu. Saya kemarin berusaha untuk mengundang senior saya tokoh kita yang terhormat bapak Suharso Monoarfa, mantan ketua umum yang terhormat, tapi saya tidak berhasil,” ujar Mardiono di hadapan Fraksi PPP DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Namun begitu, Mardiono menyampaikan pihaknya bakal terus berupaya untuk melakukan rekonsiliasi dengan Suharso. Hal itu bertujuan agar Suharso Monoarfa bisa kembali bersama keluarga besar PPP.

“Tapi suatu saat saya akan berupaya untuk bapak Suharso sebagai seorang pejuang di partai ini bersama-sama dengan saya untuk hadir bersama dengan kita,” jelasnya.

Kendati demikian, Mardiono menyatakan bahwa rekonsiliasi di internal PPP sejatinya telah mulai berjalan maju. Sebab, eks istri Suharso, Nurhayati Efrendi telah kembali bersama PPP.

“Karena dulu pak Suharso pak ketua umum kita, bu Neng, kalau roadshow keliling Indonesia itu selalu triple ada pak Harso ada bu Neng ada saya. Jadi mudah-mudahan sejarah nanti bisa diulang ya bu Neng ya mari kita jalankan,” ujar Mardiono.

Sumber: https://www.tribunnews.com/nasional/2023/01/25/achmad-baidowi-tegaskan-posisi-suharso-monoarfa-di-kabinet-jokowi-masih-representasikan-ppp

Kaesang Pangarep Tertarik Masuk Politik, PPP: Kami Sambut dengan Tangan Terbuka

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAPartai Persatuan Pembangunan (PPP) merespons positif soal ketertarikan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep ke dunia politik.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek mengatakan pihaknya akan menerima dengan tangan terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung.

“Siapapun yang ingin bergabung ke PPP tentu kami menyambut dengan tangan terbuka,” kata Awiek saat dihubungi, Rabu (25/1/2023).

Menurut Awiek, sebagai warga negara Kaesang tak bermasalah dan memiliki hak untuk menentukan hak politiknya.

“Kalau Kaesang tertarik ke politik itu hak sebagai warga negara yah. Mas Kaesang sudah dewasa bisa menentukan hak politiknya,” ujarnya.

Saat ditanyai apakah akan disediakan tempat khusus apabila Kaesang ke PPP, Awiek menyebut pihaknya tak mau berandai-andai.

“Sampai sejauh ini kita belum mengandai karena belum bicara tempat khusus (untuk Kaesang). Karena Mas Kaesang sendiri belum tahu, mau berlabuh ke mana gitu,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep mengungkapkan ketertarikannya di politik.

Kaesang langsung mengungkapkannya kepada Presiden Joko Widodo dan abangnya Gibran Rakabuming Raka.

Momen tersebut disampaikan Kaesang saat keluarga Presiden Jokowi makan siang di Ono Solo Coffee & Eatery, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (23/1/2023).

Selvi Ananda dan Erina Gudono turut hadir di acara tersebut. Gibran mengungkapkan anggota keluarga Jokowi yang hadir dalam momen makan siang itu dibuat terkaget-kaget.

“Kaesang kemarin, saya kaget, dia secara terbuka menyampaikan ke saya, ke bapak, dia ada ketertarikan di politik,” ungkap dia, Selasa (24/1/2023).

“Bapak yo kaget. Biasanya tidak pernah ngomong kan itu, aku Yo kaget,” tambahnya.

Gibran menyampaikan bila Kaesang sejauh kelihatannya masih penjajakan memasuki dunia politik.

“Masih tanya tanya. Tanya tanya saya, tanya tanya bapak. Masih tanya tanya tapi dia kemarin menyatakan pingin,” ujar dia.

“Pas makan kemarin. Pokoknya ada ketertarikan untuk membangun untuk ikut membantu,” tambahnya.

Gibran menyampaikan ketertarikan Kaesang muncul setelah melihat progres pembangunan yang ada di Kota Solo. Itu membuat Kaesang tertarik ikut berkontribusi.

“Dia itu kemarin melihat pembangunan-pembangunan di Solo, perubahan-perubahannya seperti apa. Ini ternyata bukan masalah ingin tidak ingin tapi masalah kontribusi,” jelasnya.

Menurut Gibran, selama adiknya tersebut bisa memberikan kontribusi buat Kota Solo, itu tidak ada masalah.

“Dia bisa menyumbangkan dan berkontribusi lebih luas, kenapa tidak. Saya saat itu tidak memberi komentar apa-apa, biar anaknya belajar dan penjajakan dulu,” tambahnya.

Sumber: https://www.tribunnews.com/nasional/2023/01/25/kaesang-pangarep-tertarik-masuk-politik-ppp-kami-sambut-dengan-tangan-terbuka?page=all

Soal Reshuffle, Jokowi Putar Kode Lama

RM.id Rakyat Merdeka – Isu reshuffle yang sudah jadi “bola panas” hampir sebulan ini, tetap masih jadi misteri yang belum bisa ditebak kapan bakal terjadi. Presiden Jokowi selaku pemegang kuasa penuh soal reshuffle, masih belum memberikan titik terang. Saat ditanya soal reshuffle, Jokowi kembali putar kode lama yang pernah diutarakannya beberapa waktu lalu. “Tunggu,” jawab Jokowi.

Sebenarnya, isu reshuffle kabinet sudah lama berhembus. Tepatnya, saat Partai NasDem yang merupakan bagian dari koalisi pendukung pemerintah, resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capres, Oktober tahun lalu. Namun, saat itu, gong reshuffle tidak terlalu kencang.

Justru, wacana reshuffle kabinet menguat setelah Jokowi memberikan sinyal soal itu. Di sela-sela meresmikan Bendungan Ciawi dan Sukamahi di Bogor, Jawa Barat, Jumat 23 Desember 2022, Kepala Negara tiba-tiba menyinggung soal reshuffle. Namun, saat itu Jokowi tidak menyebut kapan akan melakukan bongkar pasang kabinet.

Jokowi kembali mengulang pernyataannya, pada awal-awal tahun ini. Setidaknya, ada 2 kali Jokowi menyinggung soal reshuffle kabinet. Pertama, saat berada di Pasar Tanah Abang (2/1) dan di Dumai, Riau pada Kami (5/1). Namun, jawabannya tetap sama, Jokowi bilang tunggu saja. “Bisa besok. Senin, Selasa, Rabu”. “Tunggu saja,” tegas Jokowi, saat itu.

Meskipun belum ada kepastian, isu reshuffle kemudian menjadi “bola panas”. Apalagi, PDIP sebagai pendukung utama pemerintah, paling keras mendorong agar segera dilakukan reshuffle.

Kini, setelah beberapa pekan wacana reshuffle bergulir, Jokowi kembali ditanya soal itu. Sayangnya, tidak ada yang baru dari jawaban Jokowi.

“Tunggu,” kata Jokowi, usai mengecek proyek Sodetan Kali Ciliwung, di Jakarta Timur, kemarin.

Mungkinkah reshuffle bakal redup lagi? Waketum PAN, Yandri Susanto tak merasa aneh dengan wacana reshuffle yang terus menghangat dan misterius ini. Mengingat kewenangan melakukan reshuffle kabinet sepenuhnya hak prerogatif Presiden.

Namun, Yandri tidak sepakat kalau jawaban terakhir Jokowi disimpulkan reshuffle bakal redup alias batal. Wakil Ketua MPR ini lantas menceritakan proses reshuffle kabinet sebelumnya, saat Ketum PAN Zulkifli Hasan ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Perdagangan.

Menurut Yandri, proses reshuffle saat itu terbilang cepat, hanya dua hari sebelum pelantikan. Dia bilang, Mensesneg Pratikno mengontak Zulhas pada Senin malam. Zulhas lalu diminta ke Istana pada hari Selasa dan dilantik pada hari Rabu.

“Jadi, kira-kira begitu. Misteri reshuffle ini yang tahu hanya Allah dan Pak Jokowi,” kata Yandri, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Apakah PAN sudah diajak bicara soal reshuffle kali ini? Yandri bilang hingga kini belum ada pembicaraan dari Jokowi dengan bos partainya. Namun, kata dia, melihat dari pengalaman sebelumnya, Jokowi akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang bakal diajak bergabung.

Dia yakin, Jokowi tentu punya pertimbangan sendiri dalam melakukan reshuffle. Bisa berkaitan dengan kinerja, konstelasi politik, dan menggalang kekuatan baru. “Semua keputusan itu ada di tangan Jokowi,” terangnya.

Politisi PPP Achmad Baidowi atau yang akrab disapa Awiek justru memprediksi reshuffle bakal segera terjadi. Kenapa? Indikasinya, dalam beberapa waktu ke belakang, Jokowi sudah melakukan pertemuan dengan para ketum parpol. Menurutnya, di dalam pertemuan itu, tentu saja ada pembahasan soal reshuffle.

“Indikasinya (reshuffle) memang menguat. Hanya saja, siapa yang akan kena, itu kita gak tahu,” kata Awiek, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Awiek bilang, partainya menyerahkan keputusan reshuffle kabinet kepada Jokowi. Sebab, dalam reshuffle kabinet, tidak hanya soal pergantian menteri saja. Bisa juga, reshuffle nanti hanya untuk mengisi beberapa pos wakil menteri yang saat ini memang masih kosong.

Kenapa wacana reshuffle berkembang berlarut-larut? Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Siti Zuhro mengatakan, Jokowi memang punya hak prerogatif untuk menentukan kabinetnya. Hanya saja, dalam prosesnya Jokowi sebaiknya juga mendengarkan suara rakyat. Bukan hanya para bos parpol koalisi.

Menurutnya, tahun ini adalah tahun politik. Tahun menjelang pelaksanaan Pemilu. Kondisinya pasti rawan secara politik. Jokowi akan menimbang betul keputusan reshuffle agar tidak menimbulkan kegaduhan. Menurut dia, di sisa waktu yang tinggal setahun lebih ini, Jokowi sebaiknya mensolidkan kabinet agar bisa bekerja secara profesional. Kegaduhan soal reshuffle justru menjadi kontra produktif.

Jadi, ia menyarankan Jokowi segera melakukan komunikasi dengan elite partai pendukung atau partai koalisi agar kegaduhan yang berkembang di masyarakat dapat berkurang. “Ini perlu dibicarakan bersama di tingkat koalisi, bukan dibiarkan berkembang liar,” kata Siti, kemarin.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin memahami Jokowi sangat berhati-hati dalam melakukan reshuffle di sisa masa jabatannya yang tinggal setahun. Kalau akan melakukan reshuffle, maka basisnya adalah kinerja, bukan politik. Tujuannya, agar soliditas kabinet terjaga dan bisa meninggalkan warisan yang baik di penghujung masa jabatannya.

“Semua pemimpin pastinya ingin husnul khatimah,” kata Ujang, saat dikontak, tadi malam.

Melihat perkembangan reshuffle yang belum jelas ujung pangkalnya, kata Ujang, jadi sinyal bahwa memang Jokowi begitu berhati-hati. Bagaimana pun NasDem bersama Surya Paloh yang saat ini banyak disorot oleh parpol koalisi pemerintah, punya andil besar dalam mengantarkan Jokowi menjadi presiden dua periode.

Menurut dia, salah satu kekuatan Surya Paloh adalah memiliki media. Jadi, kalau Paloh menjadi oposisi, maka bisa saja akan ada banyak kritikan terhadap kebijakan pemerintah. Tentu ini akan berdampak pada soliditas kabinet.

Sumber: https://rm.id/baca-berita/nasional/158084/soal-reshuffle-jokowi-putar-kode-lama

PPP Pastikan Indikasi Reshuffle Kabinet Makin Kuat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek mengatakan indikasi adanya reshuffle dalam kabinet kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin menguat.

Akan tetapi, sosok menteri yang bakal di-reshuffle masih misteri.

“Iya bakal ada reshuffle lagi. Itu informasinya memang indikasinya cukup kuat. Dan siapa aja itu kita nggak tahu,” kata Awiek kepada wartawan, Rabu (25/1/2023).

Awiek menuturkan bahwa reshuffle merupakan hak prerogratif Presiden Jokowi.

Dia bilang, isu reshuffle bisa saja sudah dibicarakan saat Eks Gubernur DKI Jakarta itu berdiskusi dengan para Ketua Umum Parpol pendukung pemerintah.

“Kalau soal kabinet itu kan hak prerogatif presiden Jokowi. Tentu ketum partai itu diskusinya dengan presiden. Atau presiden mengajak diskusi masing-masing ketum partai. Dan beberapa kali dalam beberapa hari ketum-ketum partai bertemu presiden, toh. Ya bisa jadi dibahas juga di situ,” ungkap dia.

Namun begitu, Awiek mengaku tidak mengetahui secara pasti perihal kapan waktu reshuffle itu.

Dia menjelaskan, hanya Presiden Jokowi yang tahu soal reshuffle kabinet tersebut.

“Ya kalau kita dengar informasi ya ada informasinya bahwa akan ada reshuffle. Tetapi kapannya hanya Presiden yang tahu,” jelasnya.

Di sisi lain, Awiek menambahkan PPP menyatakan siap jika nantinya ada kadernya yang kembali ditunjuk Jokowi untuk masuk menjadi menteri.

“PPP sebagai partai yang sudah lama di DPR dan di perpolitikan Indonesia ini tentu memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di segala bidang. Tetapi sekali lagi itu kembali ke hak prerogatif presiden,” tukasnya.

Sumber: https://www.tribunnews.com/nasional/2023/01/25/ppp-pastikan-indikasi-reshuffle-kabinet-makin-kuat

Panas Lagi Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, Siapa Menteri Bakal Diganti?

Jakarta – Kabar perombakan Kabinet Indonesia Maju di awal tahun 2023 masih terus bergulir seiring gerak politik Tanah Air jelang Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi kode tunggu untuk reshuffle kabinet, partai pendukungnya sudah memberi masukan.

Kabar reshuffle kabinet mencuat dari pernyataan Jokowi di akhir Desember 2022 lalu. Kala itu, Jokowi melempar kode mungkin melakukan reshuffle kabinet.

Mungkin. Ya nanti,” kata Jokowi saat itu di Bendungan Sukamahi, Bogor, Jumat (23/12/2022).

Beberapa hari kemudian, Jokowi kembali memberikan bahasa tubuh soal reshuffle kabinet. Jokowi bahkan mengangguk kepada wartawan ketika ditanya soal rencana melakukan perombakan kabinetnya.

“Ya dengar,” kata Jokowi ketika ditanya apakah mendengar pertanyaan wartawan soal reshuffle kabinet, Senin (26/12/2022).

Senyum Reshuffle

Awal tahun 2023, Jokowi kemudian kembali buka suara soal kabar reshuffle. Soal reshuffle ini ditanyakan kembali ke Jokowi dalam kegiatannya meninjau proyek pembangunan sodetan Kali Ciliwung di Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2023).

“Tunggu,” kata Jokowi sambil tersenyum. Jokowi lantas langsung pergi meninggalkan lokasi.

PDIP Beri Masukan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan partainya sudah memberi masukan kepada Jokowi terkait isu perombakan kabinet atau reshuffle. Keputusan akhir reshuffle berada di tangan Jokowi.

“(Terkait reshuffle) berbagai pertimbangan sudah disampaikan oleh PDIP (ke Presiden Jokowi) yang berdasarkan tentu saja terhadap kinerja dan bagaimana dengan reshuffle itu bagaimana efektivitas pemerintahan di dalam sisa masa jabatan dapat betul-betul ditingkatkan,” kata Hasto di UMJ, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (25/1).

Hasto menuturkan keputusan reshuffle ada di tangan Presiden Jokowi. Ia juga enggan membeberkan siapa saja pihak yang akan terkena reshuffle.

“Ini kan (reshuffle) menyangkut orang, tidak bagus kalau kita sampaikan secara terbuka. Jadi PDIP akan menjaga etika politik sehingga masukan sudah diberikan, sekarang Presiden yang ambil keputusan. Karena reshuffle hanya bisa terjadi atas kehendak Bapak Presiden,” kata dia.

Hasto tidak menjelaskan lebih lanjut kapan Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle. Pihaknya akan menunggu keputusan Jokowi terkait kapan waktu reshuffle tersebut.

Ketum Partai Temui Jokowi

Partai pendukung Jokowi lainnya, PPP mengaku mendapat informasi soal indikasi reshuffle kabinet menguat belakangan. PPP mengungkap pertemuan ketua umum partai dengan Jokowi.

“Iya bakal ada reshuffle lagi. Itu informasinya memang indikasinya cukup kuat. Siapa saja (menteri yang di-reshuffle) itu kita nggak tahu,” kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).

Awiek mengungkapkan dalam beberapa hari ini para ketua umum parpol juga bertemu dengan Jokowi. Menurutnya, bisa saja pembahasan soal reshuffle kabinet muncul dalam pertemuan tersebut.

“Kalau soal kabinet itu kan hak prerogatif presiden Jokowi. Tentu ketum partai itu diskusinya dengan presiden. Atau presiden mengajak diskusi masing-masing ketum partai. Dan beberapa kali dalam beberapa hari ketum-ketum partai bertemu presiden, toh. Ya bisa jadi dibahas juga di situ,” kata dia.

Lebih lanjut, Awiek menilai bisa saja reshuffle terdekat yang nantinya dilakukan Jokowi juga bakal mengisi kursi wakil menteri (wamen) di sejumlah pos kementerian. Menurutnya, langkah ini tak jarang diambil Jokowi saat melakukan reshuffle kabinet.

“Ada beberapa kursi wamen memang lagi kosong. Tentu bisa saja nanti berbarengan dengan reshuffle itu. Kan biasanya kan begitu, ketika ada reshuffle menteri, sekaligus dengan perubahan komposisi di wakil menteri,” kata dia.

Sumber: https://news.detik.com/pemilu/d-6534883/panas-lagi-isu-reshuffle-kabinet-jokowi-siapa-menteri-bakal-diganti?single=1