Tak Hanya di Tanah Air, PPP Pun Optimalkan Suara dari Luar Negeri

JawaPos.com – Pemilu 2019 ini suara luar negeri tidak bisa dianggap kecil suara-suara pemilih luar negeri bisa mendongkrak elektabilitas partai. Potensi itu digarap potensial oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Partai berlambang kakbah itu melantik pengurus luar negeri cabang Malaysia, Sabtu (3/11). Dewan Pengurus Luar Negeri (DPLN) Malaysia itu dikukuhkan oleh Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Thomafi. Turut hadir juga Ketua DPP Lena Maryana Mukti, Wasekjen Bidang OKK Achmad Baidowi, dan Wasekjen Syafa Iliyyin.

Baidowi menuturkan, pelantikan itu menunjukkan bahwa geliat organisasi PPP makin tertata. Setelah Malaysia, DPP PPP akan segera meresmikan DPLN Hongkong, Mesir, dan Arab Saudi.

“Untuk memperkuat PPP di Malaysia, kami mengajak komunikasi dengan teman-teman paguyuban dari beberapa daerah Indonesia di Malaysia. Bahkan juga komunitas pesantren dan mahasiswa kami dekati. Hal ini untuk memaksimalkan PPP agar bisa lolos Parliamentary Threshold, 4 persen,” kata Baidowi dalam keterangan pers yang diterima JawaPos.com.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPLN PPP Malaysia Muhammad Zainul Arifin menyebut bahwa WNI di Malaysia saat ini tidak kurang berjumlah 1,1 juta jiwa. Mereka tersebar di seluruh Semenangjung Malaysia. Mulai Kuala Lumpur, Johor Bharu, hingga Pulau Penang.

“Kami sudah turun ke negeri-negeri yang ada di semenanjung Malaysia guna menyerap aspirasi warga Indonesia dan sudah berhasil membentuk perwakilan PPP di setiap negeri,” ujar Zainul.

Saat ini, sebut Zainul, PPP telah menjalin hubungan baik dengan sejumlah pihak di Malaysia. Mulai dengan Partai Koalisi Perkataan Harapan yang saat ini memimpin Pemerintahan Malaysia, ormas Indonesia, hingga perwakilan resmi Indonesia seperti KBRI KL dan KJRI.

(jawapos.com/iil/jpg/JPC)

PPP Sebar 58 Mobil Sosialisasi di Seluruh Daerah Pemilihan

Jakarta – Untuk menyosialisasi partai dan pemilu serentak pada 17 April 2019, PPP melepas 58 mobil ke seluruh daerah pemilihan yang telah ditetapkan. Pelepasan dilakukan di Asrama Haji, Jakarta.

“Selain mensosialisasikan PPP, mobil ini juga membantu penyelenggara pemilu, KPU, dan Bawaslu, untuk menyosialisasi pemilu serentak 17 April 2018 mendatang. Sehingga diharapkan semakin besar partisipasi pemilih dibanding pemilu-pemilu sebelumnya,” ujar Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Baidowi dalam keterangan tertulis, Rabu (31/10/2018)

Menurut pria yang akrab disapa Awiek itu, sosialisasi PPP melalui mobil ini juga merupakan salah satu bentuk kampanye positif yang dijalankan partai. Dengan kampanye positif, pihaknya yakin bisa mendapatkan suara masyarakat.

“PPP memang telah membuat kebijakan untuk melakukan kampanye positif. Dan ini tidak hanya dijalankan oleh partai, namun juga oleh seluruh caleg PPP di semua dapil mereka,” jelasnya.

Awiek menambahkan mobil PPP itu juga akan menyosialisasi keberhasilan dan pencapaian Presiden Joko Widodo. Sebagai salah satu pengusung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Awiek yakin PPP akan mendapatkan efek positif dari pasangan yang mereka usung.

Dengan adanya puluhan mobil yang melakukan sosialisasi, Awiek pun yakin PPP akan mencapai target untuk mendapatkan minimal 10 persen suara sah atau setara 66 kursi di DPR RI pada pemilu mendatang.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pencalonan pada Juli 2018, PPP memiliki 80 daerah pemilihan. Total bacaleg yang diajukan sebanyak 557 (327 laki-laki dan 230 perempuan) orang. Persentase perempuan 41,29 persen. (detik.com/ega/idr)

Baidowi Apresiasi Maperca Akbar HMI Cabang Pamekasan

Achbaidowi.com- Minggu (28/10/2018), salah satu Anggota DPR RI, Achmad Baidowi mengapresiasi pelaksanaan maperca akbar yang dilaksankan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan di Gedung Islamic Centre Jalan Raya Panglegur Pamekasan.
Menurutnya, pelaksanaan maperca akbar pertama kali yang dilaksanakan saat ini cukup bagus dan sangat luar biasa.
“Kami ucapkan selamat. Saya lihat, ini mengimbangi atau mengikuti ghiroh ke-HMI-an yang muncul di beberapa tempat,” katanya pada maduratrendingnews.
Baidowi berharap ini semakin menyolidkan HMI termasuk juga senior-senior HMI (KAHMI). Karena itulah tulang punggung HMI kedepan.
“Saya harapkan dari HMI Pamekasan itu lahir kader-kader handal. Seperti saya sampaikan tadi tidak perlu minder,” ujarnya.
Terbukti kemarin, lanjut Baidowi, kader HMI Pamekasan berprestasi. Bahkan salah satu kader terbaik HMI Pamekasan sekarang menjadi Wakil Bupati Pamekasan, Roja`e. Ada juga yang menjadi Kepala Kemenag Pamekasan. Mereka semua mantan ketua umum HMI Cabang Pamekasan semua.
“Ini menjadikan kawah candradimukanya perkaderan HMI Pamekasan,” paparnya.
Selain itu, Ia menyampaikan bahwa, HMI Cabang Pamekasan harus lebih responsif terhadap perkembangan jaman supaya tidak gagap dengan perkembangan dan dinamika yang begitu cepat berubah.
“Supaya adik-adik yang mau masuk ke HMI itu lebih tertarik lagi,” jelasnya. (haz/man)

PPP Sesalkan Pembakaran Bendera Tauhid oleh Banser NU

AKURAT.CO, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi turut menyesalkan pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh belasan anggota Banser NU.

Menurut dia, kalimat tauhid merupakan simbol agama Islam meskipun ada sebagian organisasi yang menggunakan kalimat itu sebagai  simbol organisasinya.

“Ya kami sesalkan. Ini merupakan isu sensitif karena terkait simbol agama Islam,” kata Baidowi kepada AKURAT.CO, Senin (22/10).

Anggota Komisi II DPR ini memaklumi pembakaran bendera tauhid itu karena dianggap lambing ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang merupakan ormas terlarang berdasarkan Perppu yang dikeluarkan presiden Joko Widodo.

“Kalau identitas HTI sebagai ormas terlarang ya masih bisa diterima. Tapi kalimat tauhid itu banyak dijadikan simbol lain,” pungkasnya.

Sementara terkait tuntutan dari PA 212 kepada PBNU untuk meminta maaf terkait insiden itu, menurut Baidowi tak perlu dilakukan. Sebab PBNU atau NU secara struktural tak terlibat dalam peristiwa ini.

“Kan bukan PBNU yg melakukan. Orang yang tidak melalukan kok diminta minta maaf,” pungkasnya.

Namun demikian, Baidowi menghimbau semua pihak agar tetap menahan diri dan tidak terpancing isu pembakaran bendera tersebut. Hal itu dilakukan untuk menjaga suasana kondusifitas menjelang Pilpres 2019.

“Karena itu sebaiknya semua pihak harus menahan diri agar tidak saling mencela dan menafikan satu sama lain menjelang pemilu 2019. Ayo kita jaga kondusivitas kehidupan,” imbaunya.

Sebelumnya, beredar video berisi belasan anggota Banser membakar bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid mirip yang dimiliki HTI. Tindakan itu dilakukan oleh mereka seraya menyanyikan Mars NU.

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan hal tersebut. Kejadian terjadi saat perayaan Hari Santri di Garut pada Minggu (22/10).

“Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut,” tutur Yaqut kepada wartawan.

Yaqut mengklaim pembakaran bendera yang mirip dengan milik HTI merupakan upaya untuk menjaga kalimat tauhid. Menurutnya, anggota Banser tidak akan membakar jika bukan kalimat tauhid yang tertera pada bendera.

“Membakar bendera yang ada tulisan kalimat tauhid tersebut, hemat saya, teman-teman ingin memperlakukan sebagaimana jika mereka menemukan potongan sobekan mushaf Alquran,” kata Yaqut.

“Jika bukan bendera yang ada tulisan tauhidnya, bisa jadi, sama mereka tidak dibakar, tetapi langsung buang saja ke comberan,” lanjutnya.

Berita ini telah terbit di https://m.akurat.co/id-361090-read-ppp-sesalkan-pembakaran-bendera-tauhid-oleh-banser-nu

RUU Pesantren disetujui jadi usul inisiatif DPR

Jakarta: Rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa, menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU usul inisiatif DPR.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh fraksi yang sudah menyetujui RUU ini,” kata Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi.

Selanjutnya, kata Baidowi, Pemerintah diharapkan segera merespons usul inisiatif ini dengan menerbitkan amanat presiden untuk menunjuk para menteri terkait guna membahas RUU ini.

Sebagai pengusul sejak tahun 2013, kata Baidowi, Fraksi PPP menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses penyusunan draf RUU itu hingga disetujui di paripurna.

Baidowi mengatakan dalam pembahasan draf RUU itu, Fraksi PPP telah meminta masukan dari para pimpinan pondok pesantren, pimpinan lembaga diniyah, serta para pakar untuk bahan penyusunan naskah akademik.

“Tentu draf RUU ini masih banyak kekurangan sehingga perlu penyempurnaan. Untuk itu, ketika nanti dalam pembahasan bersama pemerintah, kami akan kembali meminta masukan dari semua pihak,” katanya.

Menurut dia, ketika nanti RUU ini menjadi UU maka pendidikan pesantren dan keagamaan memiliki dasar hukum yang kuat dalam pelaksanaannya.

“Pada gilirannya, perhatian negara khususnya dalam aspek anggaran kepada pesantren akan semakin besar,” kata Baidowi.

Menurut Wakil Sekjen DPP PPP  ini, sudah sepatutnya negara memberi perhatian lebih kepada pesantren mengingat lembaga pendidikan ini sudah berdiri sebelum kemerdekaan, dan dari beberapa pesantren lahir spirit perjuangan melawan penjajah. (Antara News)

Kasus Ratna Sarumpaet, PPP Usul 3 Oktober Jadi Hari Anti-Hoax Nasional

Jakarta – PPP mengusulkan tanggal 3 Oktober untuk ditetapkan sebagai Hari Anti Hoax Nasional. Hal itu terinspirasi dari tanggal di mana aktivis Ratna Sarumpaet mengakui kebohongannya soal penganiayaan yang menimpa dirinya.

“Pada tanggal 3 Oktober 2018 saat hari yang sama Ratna mengakui kebohongannya, PPP mengusulkan untuk diperingati/ditetapkan sebagai Hari Anti Hoax Nasional,” ujar Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/10/2018).

Pria yang akrab disapa Awiek itu menjelaskan, maksud dan tujuan penetapan Hari Anti Hoax Nasional tersebut. Tujuannya untuk mencegah peristiwa yang sama terulang dan untuk membangun budaya bermedia sosial yang positif.

“Setidaknya pengakuan Ratna sekaligus menyadarkan publik Indonesia bahwa hoax telah menjadi pemicu perpecahan,” katanya.

Awiek mengatakan, partainya menyesalkan kebohongan yang telah diproduksi aktivis oposisi pemerintah itu. Apalagi, tragisnya, kebohongan itu justru kemudian dijadikan akrobat politik untuk menghantam petahana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan tim pemenangannya.

“Sebuah pertunjukan politik yang barbar, tidak etis dan jauh dari beradab. Padahal kita sedang membangun iklim politik yang kondusif, beretika dan beradab. Masyarakat Indonesia menjadi korban pembohongan Ratna Sarumpaet,” pungkasnya. (detik.com/mae/nkn)

Medali Emas ke-23

ASIAN GAMES ke-18 Jakarta-Palembang, pesta olahraga multivent terbesar se-Asia resmi ditutup pada Minggu (2/11). Selanjutnya, tahun 2022 para kontingen akan bertemu di Hangzhou, Tiongkok. Setiap ada pertemuan selalu ada perpisahan, pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti malam, malam berganti pagi, begitulah siklus kehidupan. Empat tahun lagi, sebagian atlet yang masih berusia muda dan produktif akan kembali bersua dengan kompetitornya di nomor pertandingan yang diikuti. Pun demikian tak sedikit pula yang mengucapkan salam perpisahan di Jakarta-Palembang dengan beragam alasan, mulai faktor usia hingga kemampuan yang sudah mentok.

Euforia warga Indonesia – khususnya Jakarta-Palembang – cukup besar untuk menyaksikan pertandingan yang dihelat selama dua minggu tersebut. Ini terlihat dari membludaknya venue olahraga bahkan  penonton pertandingan atleltik pun mencapai ribuan, terlihat dari hampir separuh GBK terisi suporter. Ini merupakan rekor baru, yang tak pernah terjadi sebelumnya. Saking membludaknya penonton, pertandingan soft ball yang tak terlalu populer pun penuh dengan suporter. Kondisi serupa juga terjadi di venue lainnya seperti Pulomas, Kepala Gading, Pondok Indah, Bulungan.

banyak penonton yang tidak kebagian tiket, hanya mendapatkan tiket festival yakni cukup membayar Rp10.000. dengan tiket festival mereka bebas masuk ke arena Gelora Bung Karno maupun Jakabaring Sport City. Mereka hanya bisa menonton pertandingan favorit melalui layar besar. Jumlah pengguna tiket festival ini ternyata hampir sama dengan penonton yang kebagian tiket pertandingan. Mereka satu suara meneriakkan yel yel Indonesia, Indonesia, tak memandang perbedaan agama, suku dan ras.

Selain nonton di layar lebar, wisata kuliner dan spot fotografi menjadi hiburan tersendiri bagi para pemegang tiket festival. Paling tidak, selama dua minggu warga Jakarta-Palembang menjadi warga Internasional. Mereka pun terbiasa mendengar bahasa asing dari beberapa negara, meskipun tidak terlalu mengerti artinya. Tak hanya di dua kota besar tersebut, kota-kota lain pun seperti Bekasi, Cikarang, Bogor, Subang, Bandung, Tangerang, Karawang, Purwakarta juga kebagian meriahnya Asian Games, karena beberapa cabang olahraga dipertandingkan di kota tersebut.

Dua olahraga favorit yang selalu digandrungi warga Indonesia adalah sepakbola dan bulutangkis. Sayang tim sepakbola U-23 terhenti di babak 16 besar setelah kalah adu pinalti melawan UEA di Stadion Wibawa Mukti Cikarang. Praktis tinggal pertandingan bulutangkis yang banyak menyedot perhatian publik Indonesia. Hal ini terlihat sejak atlet bulutangkis Indonesia mulai masuk babak perempat final yang di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Puncaknya, ketika tunggal putra Indonesia Jonathan Christie masuk final dan ganda putra mewujudkan All Indonesian Final. Tampilnya Jojo, sapaan Jonathan Christie di final tunggal putra di luar dugaan karena yang bersnagkutan berstatus nonunggulan dan tidak dibebani target medali, mengingat sektor tunggal putra dalam beberapa tahun terakhir menjadi titik lemah Indonesia. Namun, dengan posisi underdog Jojo mampu membalikkan prediksi.

Saat meladeni permainan Chou Tien Chen, dari China Taipe (Taiwan), Jojo mendapat perhatian dan dukungan warga Indonesia. Warga Indonesia yang mayoritas muslim tanpa disuruhpun ikut mendoakan Jojo yang beragama Kristen. Itulah olahraga, demi nasionalisme atasnama Indoneisa, perbedaan agama, suku dan ras dikesampingkan. Saat final tunggal putra digelar di istora Senayan, Selasa (28/8) pukul 12.00 WIB, kami tidak bisa menyaksikan langsung euforia masyarakat di Indonesia. Saat yang sama kami baru mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda untuk transit menuju Bandara El-Doardo, Bogota, Kolombia. Saat itu menunjukkan pukul 06.00 waktu setempat, dan ada waktu 4 jam untuk transit.

Tanpa dikomando, kami rombongan Badan Legislasi (Baleg) DPR yang hendak studi banding dalam rangka penyusunan RUU Penyadapan ke Bogota, langsung membuka ponsel yang sudah terhubung dengan wifi bandara. Dalam sekejap kami pun mencari saluran tv online yang menjadi media partner Asian Games ke-18. Meski tak semeriah di Istora, kami yang sepuluh orang termasuk staf Baleg pun mengepalkan tangan dan setengah berteriak ketika pukulan dari Jojo menghasilan poin. Puncaknya ketika Jojo memenangkan pertarungan di set ketiga, kami pun setengah lompat kegirangan. Sontak ini menarik perhatian pengunjung Bandara Schiphol, mungkin mereka bingung dengan tingkah kami. Tapi biarlah itu menjadi urusan kami, bukankah mereka akan melakukan hal serupa jika pada posisi kami. Kami pun yang terdiri dari berbagai fraksi, berbagai suku, berbagai agama terlihat gembira melihat Jojo bisa mempersembahkan emas ke-23  Asian Games dari sektor tunggal putra. Tak terasa waktu boarding tinggal 30 menit lagi dan kami pun siap-siap menuju gate pemeriksaan paspor dan boarding pas. Selamat untuk Jojo, selamat untuk Indonesia yang memperolah 31 emas dalam event Asian Games ke-18.

Oleh : Achmad Baidowi

Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI