RUU Pesantren disetujui jadi usul inisiatif DPR

Jakarta: Rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa, menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU usul inisiatif DPR.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh fraksi yang sudah menyetujui RUU ini,” kata Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi.

Selanjutnya, kata Baidowi, Pemerintah diharapkan segera merespons usul inisiatif ini dengan menerbitkan amanat presiden untuk menunjuk para menteri terkait guna membahas RUU ini.

Sebagai pengusul sejak tahun 2013, kata Baidowi, Fraksi PPP menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu proses penyusunan draf RUU itu hingga disetujui di paripurna.

Baidowi mengatakan dalam pembahasan draf RUU itu, Fraksi PPP telah meminta masukan dari para pimpinan pondok pesantren, pimpinan lembaga diniyah, serta para pakar untuk bahan penyusunan naskah akademik.

“Tentu draf RUU ini masih banyak kekurangan sehingga perlu penyempurnaan. Untuk itu, ketika nanti dalam pembahasan bersama pemerintah, kami akan kembali meminta masukan dari semua pihak,” katanya.

Menurut dia, ketika nanti RUU ini menjadi UU maka pendidikan pesantren dan keagamaan memiliki dasar hukum yang kuat dalam pelaksanaannya.

“Pada gilirannya, perhatian negara khususnya dalam aspek anggaran kepada pesantren akan semakin besar,” kata Baidowi.

Menurut Wakil Sekjen DPP PPP  ini, sudah sepatutnya negara memberi perhatian lebih kepada pesantren mengingat lembaga pendidikan ini sudah berdiri sebelum kemerdekaan, dan dari beberapa pesantren lahir spirit perjuangan melawan penjajah. (Antara News)

Kasus Ratna Sarumpaet, PPP Usul 3 Oktober Jadi Hari Anti-Hoax Nasional

Jakarta – PPP mengusulkan tanggal 3 Oktober untuk ditetapkan sebagai Hari Anti Hoax Nasional. Hal itu terinspirasi dari tanggal di mana aktivis Ratna Sarumpaet mengakui kebohongannya soal penganiayaan yang menimpa dirinya.

“Pada tanggal 3 Oktober 2018 saat hari yang sama Ratna mengakui kebohongannya, PPP mengusulkan untuk diperingati/ditetapkan sebagai Hari Anti Hoax Nasional,” ujar Wasekjen PPP, Ahmad Baidowi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/10/2018).

Pria yang akrab disapa Awiek itu menjelaskan, maksud dan tujuan penetapan Hari Anti Hoax Nasional tersebut. Tujuannya untuk mencegah peristiwa yang sama terulang dan untuk membangun budaya bermedia sosial yang positif.

“Setidaknya pengakuan Ratna sekaligus menyadarkan publik Indonesia bahwa hoax telah menjadi pemicu perpecahan,” katanya.

Awiek mengatakan, partainya menyesalkan kebohongan yang telah diproduksi aktivis oposisi pemerintah itu. Apalagi, tragisnya, kebohongan itu justru kemudian dijadikan akrobat politik untuk menghantam petahana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan tim pemenangannya.

“Sebuah pertunjukan politik yang barbar, tidak etis dan jauh dari beradab. Padahal kita sedang membangun iklim politik yang kondusif, beretika dan beradab. Masyarakat Indonesia menjadi korban pembohongan Ratna Sarumpaet,” pungkasnya. (detik.com/mae/nkn)

Medali Emas ke-23

ASIAN GAMES ke-18 Jakarta-Palembang, pesta olahraga multivent terbesar se-Asia resmi ditutup pada Minggu (2/11). Selanjutnya, tahun 2022 para kontingen akan bertemu di Hangzhou, Tiongkok. Setiap ada pertemuan selalu ada perpisahan, pagi berganti siang, siang berganti sore, sore berganti malam, malam berganti pagi, begitulah siklus kehidupan. Empat tahun lagi, sebagian atlet yang masih berusia muda dan produktif akan kembali bersua dengan kompetitornya di nomor pertandingan yang diikuti. Pun demikian tak sedikit pula yang mengucapkan salam perpisahan di Jakarta-Palembang dengan beragam alasan, mulai faktor usia hingga kemampuan yang sudah mentok.

Euforia warga Indonesia – khususnya Jakarta-Palembang – cukup besar untuk menyaksikan pertandingan yang dihelat selama dua minggu tersebut. Ini terlihat dari membludaknya venue olahraga bahkan  penonton pertandingan atleltik pun mencapai ribuan, terlihat dari hampir separuh GBK terisi suporter. Ini merupakan rekor baru, yang tak pernah terjadi sebelumnya. Saking membludaknya penonton, pertandingan soft ball yang tak terlalu populer pun penuh dengan suporter. Kondisi serupa juga terjadi di venue lainnya seperti Pulomas, Kepala Gading, Pondok Indah, Bulungan.

banyak penonton yang tidak kebagian tiket, hanya mendapatkan tiket festival yakni cukup membayar Rp10.000. dengan tiket festival mereka bebas masuk ke arena Gelora Bung Karno maupun Jakabaring Sport City. Mereka hanya bisa menonton pertandingan favorit melalui layar besar. Jumlah pengguna tiket festival ini ternyata hampir sama dengan penonton yang kebagian tiket pertandingan. Mereka satu suara meneriakkan yel yel Indonesia, Indonesia, tak memandang perbedaan agama, suku dan ras.

Selain nonton di layar lebar, wisata kuliner dan spot fotografi menjadi hiburan tersendiri bagi para pemegang tiket festival. Paling tidak, selama dua minggu warga Jakarta-Palembang menjadi warga Internasional. Mereka pun terbiasa mendengar bahasa asing dari beberapa negara, meskipun tidak terlalu mengerti artinya. Tak hanya di dua kota besar tersebut, kota-kota lain pun seperti Bekasi, Cikarang, Bogor, Subang, Bandung, Tangerang, Karawang, Purwakarta juga kebagian meriahnya Asian Games, karena beberapa cabang olahraga dipertandingkan di kota tersebut.

Dua olahraga favorit yang selalu digandrungi warga Indonesia adalah sepakbola dan bulutangkis. Sayang tim sepakbola U-23 terhenti di babak 16 besar setelah kalah adu pinalti melawan UEA di Stadion Wibawa Mukti Cikarang. Praktis tinggal pertandingan bulutangkis yang banyak menyedot perhatian publik Indonesia. Hal ini terlihat sejak atlet bulutangkis Indonesia mulai masuk babak perempat final yang di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Puncaknya, ketika tunggal putra Indonesia Jonathan Christie masuk final dan ganda putra mewujudkan All Indonesian Final. Tampilnya Jojo, sapaan Jonathan Christie di final tunggal putra di luar dugaan karena yang bersnagkutan berstatus nonunggulan dan tidak dibebani target medali, mengingat sektor tunggal putra dalam beberapa tahun terakhir menjadi titik lemah Indonesia. Namun, dengan posisi underdog Jojo mampu membalikkan prediksi.

Saat meladeni permainan Chou Tien Chen, dari China Taipe (Taiwan), Jojo mendapat perhatian dan dukungan warga Indonesia. Warga Indonesia yang mayoritas muslim tanpa disuruhpun ikut mendoakan Jojo yang beragama Kristen. Itulah olahraga, demi nasionalisme atasnama Indoneisa, perbedaan agama, suku dan ras dikesampingkan. Saat final tunggal putra digelar di istora Senayan, Selasa (28/8) pukul 12.00 WIB, kami tidak bisa menyaksikan langsung euforia masyarakat di Indonesia. Saat yang sama kami baru mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda untuk transit menuju Bandara El-Doardo, Bogota, Kolombia. Saat itu menunjukkan pukul 06.00 waktu setempat, dan ada waktu 4 jam untuk transit.

Tanpa dikomando, kami rombongan Badan Legislasi (Baleg) DPR yang hendak studi banding dalam rangka penyusunan RUU Penyadapan ke Bogota, langsung membuka ponsel yang sudah terhubung dengan wifi bandara. Dalam sekejap kami pun mencari saluran tv online yang menjadi media partner Asian Games ke-18. Meski tak semeriah di Istora, kami yang sepuluh orang termasuk staf Baleg pun mengepalkan tangan dan setengah berteriak ketika pukulan dari Jojo menghasilan poin. Puncaknya ketika Jojo memenangkan pertarungan di set ketiga, kami pun setengah lompat kegirangan. Sontak ini menarik perhatian pengunjung Bandara Schiphol, mungkin mereka bingung dengan tingkah kami. Tapi biarlah itu menjadi urusan kami, bukankah mereka akan melakukan hal serupa jika pada posisi kami. Kami pun yang terdiri dari berbagai fraksi, berbagai suku, berbagai agama terlihat gembira melihat Jojo bisa mempersembahkan emas ke-23  Asian Games dari sektor tunggal putra. Tak terasa waktu boarding tinggal 30 menit lagi dan kami pun siap-siap menuju gate pemeriksaan paspor dan boarding pas. Selamat untuk Jojo, selamat untuk Indonesia yang memperolah 31 emas dalam event Asian Games ke-18.

Oleh : Achmad Baidowi

Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI

PPP akan Bekukan DPW yang Tak Copot Caleg Eks Koruptor

Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan meminta pengurus wilayahnya di daerah segera menarik berkas pendaftaran bacaleg eks koruptor dari KPU. DPP PPP akan membekukan DPW yang tak mencopot caleg eks caleg koruptor dari KPU.

“Kita perintahkan ke ketua DPW untuk menarik mereka (bacaleg eks koruptor) dari pencalonan. Jika mereka tidak menarik dari pencalonan, struktur kepengurusan kita bekukan. Karena sudah ada pakta integritas yang kami tanda tangani baik,” ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) kepada detikcom, Jumat (27/7/2018).

Dari data yang diumumkan Bawaslu, ada tujuh bakal caleg yang merupakan eks napi korupsi terdaftar melalui PPP. Awiek pun memastikan bakal caleg tersebut merupakan caleg di tingkat kabupaten/kota atau DPRD provinsi. 

“Kalau tingkat DPR RI kami pastikan itu tidak ada. Berarti itu caleg kabupaten/kota atau provinsi. Kecurigaan saya itu caleg DPRD kabupaten/kota, contohnya di Sulawesi Tenggara. Nah, itu ada dua atau tiga orang ternyata terjaring oleh Bawaslu,” kata Awiek.

PPP, dikatakan Awiek, sudah mengedarkan surat tertulis kepada setiap DPW untuk segera menarik bacaleg eks napi korupsi. Jika DPW tetap mencalonkan mereka, kepengurusan akan dibekukan dan diambil alih oleh DPP. 

“Petunjuk tertulisnya kepada DPW Sulawesi Tenggara untuk menarik caleg-caleg yang mantan napi koruptor itu. Kalau mereka memaksa, nanti kami bekukan kepengurusannya, diambil alih oleh DPP,” ujarnya.

“Yang baru ketahuan kemarin itu Sulawesi Tenggara, dan yang lain pun kemarin kita lakukan sama,” imbuhnya.

Awiek membantah jika partainya disebut kecolongan dengan adanya napi eks koruptor yang ikut mendaftar bacaleg. Menurutnya, ada informasi yang tidak utuh sampai kepada pengurus DPW. 

“Karena mereka masih berpatokan pada undang-undang, dan pengalaman periode lalu bahwa mereka bisa mencalonkan. Banyak yang tidak tahu bahwa PKPU, apalagi ada kesepakatan antara DPR, pemerintah, KPU, dan Bawaslu bahwa sampai saat ini masih bisa mengajukan calon, mantan napi koruptor bisa mendaftarkan bahwa sampai nanti ada putusan dari Mahkamah Agung. Itu yang menjadi patokan dari teman-teman di bawah sampai saat ini,” jelasnya.

DPP PPP sebelumnya juga sudah melakukan sosialisasi ke DPW agar napi eks koruptor tidak dicalonkan sebagai caleg. Namun ada pengurus DPW PPP yang memandang boleh mencalonkan napi eks koruptor sampai adanya keputusan dari Mahkamah Agung.

“Dalam rakornas kami sampaikan kepada DPD bahwa ada aturan terbaru dari KPU meskipun ini tidak sejalan dengan undang-undang, tapi kan KPU punya kewenangan membuat PKPU. Baru kemudian ada informasi terkait dengan adanya kesepahaman antara KPU, Bawaslu, dan pemerintah bersama DPR, bahwa caleg napi koruptor itu masih diberi keleluasaan untuk mendaftar sampai adanya keputusan Mahkamah Agung,” tuturnya.(detik.com/nvl/ibh)

PPP ke SBY: Jadi Elite Jangan Baper

Jakarta – Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menyentil Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Rommy ketika berbicara soal sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dimajukan PD sebagai cawapres. Menanggapi itu, PPP meminta SBY tak perlu mengeluarkan ancaman. 

“Sesama ketua umum partai tak perlulah ancam-mengancam,” ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Kamis (26/7/2018).

Baidowi atau Awiek menyayangkan pernyataan bernada ancaman itu terlontar dari SBY. Dia meminta SBY tidak terlalu membawa perasaan (baper).

“Kami hanya menyayangkan Pak SBY sebagai politisi senior bicara begitu, yang bahkan dalam kacamata komunikasi publik seperti mengarah pada sikap mengancam. Jadi elite politik itu jangan terlalu ‘baper’,” kata Awiek.

Soal AHY yang disorongkan PD sebagai cawapres, Awiek menilai hal itu terang-benderang sejak awal. Menurut Awiek, SBY tak perlu berkilah. 

“Adapun ihwal AHY, bukankah banyak elite Demokrat yang sedari awal selalu bilang bahwa siapa pun koalisinya, AHY cawapres?” ucap Awiek.

“Sampai ada simulasi dengan beberapa nama yang dipasangkan dengan AHY, itu kan ikhtiar. Lantas, belakangan adastatement soal cawapres AHY bukan harga mati, itu karena dinamika politik yang sepertinya kurang memungkinkan untuk berkeras dengan sikap awal. Semua itu fakta dan bisa ditelusuri di jejak digital masih ada,” imbuh dia.


Sebelumnya, saat konferensi pers di kediamannya pada Rabu (25/7) malam, SBY menegaskan urungnya PD masuk ke koalisi Joko Widodo (Jokowi) karena cawapres yang disodorkannya ditolak. 

“Kalau saya dengar statement Bung Rommy dari PPP, seolah-olah SBY nggak koalisi dengan Jokowi karena syarat cawapres tidak diwadahi,” kata SBY.

Dia pun memperingatkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Rommy. Soalnya, isu seperti itu dia dengar keluar dari pernyataan Rommy.

“Saya harap Bung Rommy harus hati-hati dan saya harap berhati-hati dalam mengeluarkan statement,” ujarnya.

(Detik.com/tsa/tor)

PPP Sindir PKS soal Penggantian Wakil Ketua DPR

Jakarta – PPP menyindir PKS soal penggantian Wakil Ketua DPR. Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengingatkan PKS agar berfokus mencopot kadernya di kursi Wakil Ketua DPR sebelum mendengungkan kampanye #2019GantiPresiden. 

“Silakan saja PKS berkampanye ganti presiden. Tapi sebelum itu, sukseskan dulu ganti Wakil Ketua DPR,” kata Baidowi atau Awiek dalam diskusi Polemik ‘Jokowi Memilih Cawapres’ di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018)

Sindiran Awiek itu merujuk pada sengketa antara PKS dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Diketahui, Fahri telah dipecat dari PKS dan diminta mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR. 

Meski Fahri telah dipecat PKS, Fahri menang gugatan di tingkat banding. Fahri pun hingga hari ini masih nyaman duduk sebagai Wakil Ketua DPR jatah Fraksi PKS.

Namun sindiran Awiek tidak dijawab Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian, yang juga ada di lokasi itu. Awiek kemudian melanjutkan pembicaraannya soal sosok cawapres Joko Widodo.

“Jadi, bagi PPP, sebenarnya sederhana saja, untuk kita yang sudah resmi mendukung Pak Jokowi, memilih figur cawapresnya untuk target kita adalah untuk menang. Maka mencarilah nanti figur yang bisa menutup sasaran tembak terhadap Pak Jokowi. Itu penting,” ujar Awiek. (detik.com/tsa/ida)

Ini Terduga Pemain Isu TGB Ipar Luhut di Wikipedia Versi PPP

Jakarta – Seseorang mengedit laman Wikipedia hingga sempat menampilkan informasi kalau TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memiliki hubungan ipar dengan Luhut Binsar Pandjaitan. Ini terduga pengeditnya versi PPP.


“Jadi dengan positioning yang terbuka dan bebas untuk semua orang yang mengakses, maka dugaan ataupun kecurigaan itu bisa ke siapa saja,” buka Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Sabtu (14/7/2018).

Baidowi atau Awiek mengatakan, pelaku itu memanfaatkan kelonggaran Wikipedia yang mempersilakan siapapun mengakses. Lalu, siapa menurut Awiek yang mengedit laman itu?

“Ini bisa saja dari imbas kelonggaran Wikipedia sendiri yang sistem administrasinya atau sistem pengendalian informasinya itu bebas. Itu dimanfaatkan oleh orang-orang iseng sebenarnya yang mencoba memberi informasi sesat, padahal itu tidak benar,” ucap Awiek. 

“Orang-orang yang memiliki niat sesat, mengaburkan informasi, menyebarkan hoax kan memang dari awal orang-orang itu tak jauh dari yang punya niatan itu,” imbuh dia. (Detik.com/gbr/aud)