PPP: Maruf Amin dapat diterima partai koalisi

Achbaidowi.com – Wasekjen PPP Achmad Baidowi atau yang akrab disapa Awiek menilai sosok Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin akan dapat diterima seluruh partai koalisi jika ditunjuk sebagai Cawapres pendukung Jokowi. 

“KH Ma’ruf Amin merupakan tokoh Islam yang bisa diterima semua kalangan, beliau bisa menjadi kanal saluran politik Islam serta bisa diterima semua parpol,” ujar Awiek dihubungi di jakarta, Rabu.

Awiek mengatakan KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI terbukti mampu bisa mengawal umat Islam, serta terbukti memiliki kedekatan dengan Jokowi maupun elite negeri.

“Dengan sosok KH Ma’ruf Amin yang juga rois ‘aam PBNU, beliau mewakili kelompok umat Islam terbesar,” jelas Awiek. 

Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyebut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin sebagai satu dari sepuluh nama kandidat yang sudah dikantongi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon wakil presiden.

Menurut Romahurmuziy, Ma’ruf Amin akan mampu menjembatani seluruh kepentingan.

Editor: Kunto Wibisono

Antaranews.com

PPP: Rayuan Koalisi Demokrat ke Golkar Cuma Gimmick Politik

Jakarta – PPP menanggapi santai manuver Partai Demokrat yang mencoba merayu Partai Golkar membentuk koalisi alternatif seusai pertemuan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Wapres Jusuf Kalla (JK), yang merupakan senior Golkar. Wasekjen PPP Achmad Baidowi menganggap tawaran itu hanya gimmick politik biasa.

“Untuk saat ini wacana koalisi PG-PD hanyalah gimmick politik biasa saja,” ujar pria yang akrab disapa Awiek itu kepada wartawan, Selasa (26/6/2018).

Menurut Awiek, isu soal poros alternatif memang mencuat sejak dulu. Namun rencana itu pun hingga saat ini hanya wacana.

Sepanjang yang dia ketahui, Golkar sudah mantap mendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019. Hal itu sudah menjadi keputusan resmi Golkar di bawah kepemimpinan Ketum Airlangga Hartarto.

“Apakah akan ada koalisi PG-PD? Segala kemungkinan ada. Hanya, pemegang kendali di Golkar saat ini adalah Pak Airlangga, yang sudah resmi mendukung Jokowi,” sebut Awiek.

Soal pertemuan JK dengan SBY semalam, Awiek menyebut pertemuan itu merupakan silaturahmi politik yang baik. Dia melihat pertemuan di antara keduanya sebagai silaturahmi antartokoh negeri yang pernah memimpin bangsa ini bersama.

“Itu pertemuan elite negeri yang pernah bekerja sama pada 2004-2009. Silaturahmi seperti itu bagus untuk pendewasaan demokrasi,” tuturnya.

Diketahui, seusai silaturahmi Lebaran SBY-JK semalam, Sekjen PD Hinca IP Pandjaitan menyatakan berharap mereka dapat membentuk koalisi alternatif Golkardengan PD untuk Pilpres 2019. Hinca menyebut Golkar-PD sudah menjalin kerja sama di tingkat Pilkada 2018.

“Ada sejumlah daerah Demokrat bersama Golkar untuk pilgub, di antaranya di Sumut, Jawa Barat, Jawa Timur, juga di Papua. Karena baik SBY maupun JK dikenal sebagai sosok nasional yang lekat dengan kedua partai tersebut. Pertemuan keduanya diharapkan membuat Golkar dan Demokrat makin mesra,” kata Hinca dalam keterangan tertulisnya.

“Jika PDIP saat ini sudah ada koalisinya, begitu juga Gerindra, maka diharapkan pertemuan ini membuka peluang koalisi alternatif Golkar-Demokrat. Dalam politik, tidak ada yang tidak mungkin,” sambung dia. (Detik.com/tsa/elz)

PPP Bentuk Relawan TPS untuk Menangkan Khofifah-Emil

Surabaya – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membentuk relawan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memenangkan pasangan Khofifah Indarparawansa – Emil Dardak. Relawan tersebut merupakan kader militan PPP yang disebar diseluruh TPS di Jawa Timur.


Sekretaris Tim PPP untul Pemenangan Khofifah-Emil, Achmad Baidowi mengatakan, relawan tersebut nanti bertugas memobilisasi pemilih serta mengawal perolehan suara. Sehingga kehadirannya bisa membantu saksi yang sudah ditunjuk. 

“Relawan TPS ini lebih pada memastikan warga berangkat ke TPS untuk memilih Khofifah-Emil,” kata Baidowi usai memimpin rapat konsolidasi di DPC PPP Kabupaten Pamekasan dalam keterangan tertulis, Rabu (13/6/2018)

Anggota Komisi II DPR ini menegaskan, sebagai pengusung, PPP tidak mau setengah hati memenangkan Khofifah-Emil. Karena itu, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh DPC PPP se-Jatim untuk memaksimalkan mesin politik memenangkan Khofifah-Emil.

“Pilkada ini merupakan pemanasan menuju Pemilu 2019,” terangnya.

Wasekjen DPP PPP ini juga menghimbau kepada seluruh kader untuk bersatu dalam barisan. Karena itu, jika ada kader yang terbukti tidak patuh kepada keputusan partai maka akan dikenai sanksi disiplin organisasi. 

“Mekanisme organisasi akan kami tegakkan. Jangan pernah berpikiran kesetiaan yang mendua,” pungkas Baidowi.

(Detik.com / idr/ega)

Amien Rais Siap Nyapres, PPP Ungkit Kekalahan di Pilpres 2004

ACHBAIDOWI.COM | Jakarta – PPP meragukan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais maju jadicalon presiden 2019. PPP mengungkit kekalahan Amien pada Pilpres 2004 saat berduet dengan Siswono Yudo Husodo.

“Amien Rais? Menjadi ketua MPR yang banyak melakukan amendemen UUD 1945 yang salah satunya memicu liberalisasi politik dan ekonomi. Dan pemilu 2004 juga sebagai calon presiden, hasilnya ya kalah,” ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Minggu (10/6/2018).

Salah satu pemicu Amien siap nyapres karena kemenangan Mahathir Mohammad sebagai PM Malaysia di usia ke-92. PPP menilai kemenangan Mahathir tidak bisa disamakan dengan peta politik di Indonesia.

“Menyamakan diri dengan Mahathir ya jauh lah dan beda situasi sosial-politiknya. Mahathir pernah menjadi PM dan berprestasi sehingga dikenang oleh rakyat Malaysia. Maka ketika Mahathir kembali ke politik, daya ingat rakyat Malaysia masih kuat,” tutur Anggota Komisi II DPR ini.

Sebelumnya, Amien sudah berbicara soal kesiapan dia menjadi capres saat menghadiri buka puasa bersama di rumah dinas Ketum PAN Zulkifli Hasan. Elite PAN juga menegaskan kesiapan Amien nyapres.

“Karena begitu Mahathir jadi PM Malaysia, Pak Amien jadi merasa remaja karena 20 tahun lebih muda. ak Amien kan di bawahnya, jadi sangat memungkinkan karena secara fisik dan pemikiran siap,” ujar Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay. (DETIK.COM/dkp/tor)

Anies Segel Pulau D Reklamasi, PPP: Memang yang Ilegal Disegel

Achbaidowi.com | Jakarta – PPP mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel Pulau D di kawasan reklamasiTeluk Jakarta. Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, bangunan yang ilegal memang harus disegel.

“Bagus… Tapi sebaiknya memang yang ilegal-ilegal disegel,” kata Baidowi, Kamis (7/6/2018).

Tak hanya di pulau reklamasi, Awiek–sapaan akrab Baidowi–berharap penertiban juga dilakukan terhadap semua bangunan liar tanpa tebang pilih. 

Dan tidak hanya di reklamasi, tapi juga bangunan lain yang ilegal tanpa tebang pilih ya. Disegel atau pun jika ada bangunan liar juga ditertibkan. Tapi jangan sampai tindakan tegas tersebut dipolitisasi,” tuturnya.


Penyegelan yang dipimpin Anies ini dibantu personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta petugas Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan DKI. Dia menegaskan bakal menegakkan aturan terhadap semua pihak tanpa pandang bulu. Total ada 932 bangunan yang disegel, terdiri atas 495 rumah, 212 rumah kantor (rukan), serta 313 unit rukan dan rumah tinggal.

“Kita ingin menegaskan kepada semua bahwa di DKI Jakarta akan menegakkan aturan kepada semua, bukan hanya mereka yang kecil dan lemah, tetapi juga kepada mereka yang besar dan kuat. Kita ingin semua mengikuti aturan yang ada,” kata Anies. (Detik.com/yas/fdn)

Memaknai Pancasila dari Ponpes Banyuanyar

Oleh: Achmad Baidowi

(Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI/
Alumni Ponpes Darul Ulum Banyuanyar)

Ketika tanggal 1 Juni 2018 diperingati sebagai hari lahir Pancasila, pikiran saya langsung menerawang ke Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura. Di pondok tersebut terdapat dua lembaga pendidikan yang dipimpin dua pengasuh berbeda tapi masih satu ikatan keluarga. Yakni LPI Darul Ulum pimpinan KH. Muhammad Syamsul Arifin dan LPI Al-Hamidy pimpinan KH. Muhammad Rofi’i Baidlowi. Saya tidak mau mengulas dua lembaga pendidikan tersebut, karena selain sudah banyak yang mengupasnya, masyarakat umum khususnya Pamekasan sudah jamak mengetahui keberadaan dua lembaga tersebut.
Dalam konteks Pancasila dengan lambag Garuda saya teringat pada dua monumen burung garuda yang terpasang di pintu masuk Banyuanyar baik dari arah timur (Kongberkong) atau dari arah barat (Kramat). Orang Madura menyebut burung Garuda dengan sebutan Nok Berrih. Bahkan, di era angkutan umum jenis minibus L300 ataupun T 120 jadi primadona, nok berrih di kong berkong menjadi tanda bagi penumpang untuk turun menuju Ponpes Banyuanyar.


Di pertigaan kongberkong, nok berrih berdiri dengan gagah menjulang ke atas awan seolah-olah menunjukkan keperkasaannya dalam mengawal NKRI. Lokasinya berada di pojok pertigaan, sehingga dalam radius 300 meter posisinya akan terlihat dari sudut manapun. Monumen ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi para santri untuk berfoto, bukan saja zaman now tapi juga zaman old ketika medsos belum menjadi kebutuhan.


Sementara di arah barat, nok berrih terpasang di pintu masuk kompleks pondok pesantren. Lokasinya agak terselip di rerimbunan pohon. Bagi yang tak terbiasa melintas tidak akan menyadari akan adanya monumen tersebut. Letaknya berada di pojok eks gudang tembakau yang dibangun alm KH. Abdul Hamid Baqir, pengasuh LPI Darul Ulum Banyuanyar. Karena letaknya sedikit tersembunyi tidak banyak santri yang berfoto di lokasi ini kecuali bagi mereka yang hobi fotografi.
Saya pun tergelitik untuk mencari tahu musabab dua monumen burung garuda tersebut dipasang di areal Ponpes Banyuanyar. Sepanjang pengalaman saya berkunjung ke sejumlah pondok pesantren belum menemukan situasi serupa. Konon dua monumen tersebut merupakan hadiah dari Pangkopkamtib waktu itu di era 1970-an, Jenderal Sudomo yang berkunjung ke Banyuanyar untuk bersilaturahmi dengan KH. Abdul Hamid Baqir. Saat itu masih hangat-hangatnya penerapan azas tunggal oleh rezim Orde Baru. Maksud dan tujuan pemasangan monumen tersebut antara lain; sebagai penghargaan kepada alm KH. Baqir atas jiwa patriotismenya yang turut serta berjuang melawan penjajah Belanda. Selain itu, sebagai bukti bahwa pondok pesantren berada di garda terdepan dalam membela NKRI. Bahwa Pancasila merupakan falsafah hidup bersama yang digali dari nilai-nilai agama (Islam) dan nilai sosial budaya Indonesia. Pondok pesantren menyadari hal tersebut karena perumus tels Pancasila juga terdiri dari perwakilan kaum santri. Kerelaan menghilangkan 7 kata dalam piagam Jakarta dalam teks Pancasila merupakan pengorbanan besar dari umat Islam untuk Indonesia. Satu hal lagi yang perlu diteladani dalam kepemimpinan alm KH. Baqir yakni keberanian menerima kunjungan Sudomo yang saat itu memilik memeluk agama Kristen. Selain mengajarkan toleransi, KH. Baqir juga ingin mendudukkan persoalan secara proporsional, yakni menghormati Sudomo sebagai pejabat negara. Indonesia bukanlah negara Islam, maka setiap pejabat negara pun harus dihormati dalam kapasitas sebagai penimpin institusi negara. Mungkin karena barokah Ponpes Banyuanyar, pada tahun 1997 Sudomo kembali memeluk Islam.
Kini estafet kepemimpinan LPI Darul Ulum Banyuanyar dikendalikan oleh KH. Muhammad Syamsul Arifin yang merupakan menantu sekaligus santri terbaik KH. Baqir. Secara nasab KH. Muhammad masih ada ikatan kekerabatan dengan KH. Baqir. Saat ini pun, KH. Muhammad selalu mengajarkan kepada kami bagaimana memperlakukan pejabat negara khususnya yang berkunjung untuk silaturahmi ke pondok pesantren. Seperti yang selalu disampaikan, “jangankan sesama muslim, dengan nonmusmim pun jika mau silaturahmi dengan tulus harus kita terima, siapa tahu nanti bisa mendapat hidayah dan barokah. Apalagi yang mau silaturahmi adalah pejabat negara, elite negeri dan muslim tentu tidak ada alasan untuk menolaknya”. Menutup tulisan ini, ternyata memaknai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila tidaklah perlu njlimet dan berbelit. Saya pun selama lima tahun belajar Pancasila dari Ponpes Banyuanyar. Selamat Hari Pancasila.

AHY-Sandi Bertemu, PPP: Sinyal Poros Ketiga Tak Pernah Konkret

Achbaidowi.com | Jakarta – PPP menanggapi pertemuan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, hanyalah pertemuan biasa. Namun, dengan adanya pertemuan, semakin menguatkan sinyal pembentukan poros ketiga tidak pernah konkret.

“Itu semakin menguatkan bahwa sinyal untuk poros ketiga tak pernah konkret dan belum mengembang sehingga makin jauh. Artinya hingga saat ini indikasi yang ada bahwa PD (Partai Demokrat) hanya akan merapat ke salah satu poros,” ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada detikcom, Sabtu (19/5/2018)

Hanya saja soal keseriusan PD membentuk poros ketiga, dinilai Baidowi, kembali lagi ke niat partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Dia hanya menekankan jika politik itu bergantung pada perwujudan sikap.

“Soal niat itu PD yang tahu. Tapi politik itu kan konkret, bisa dilihat wujudnya. Selama itu belum konkret berarti hanya wacana,” pungkasnya.

Jumat (18/5) lalu, AHY ‘diam-diam’ bertemu dengan Sandiaga. Pertemuan itu untuk menjajaki peluang koalisi keduanya di Pilpres 2019. Menurut PD, tawaran kesempatan berkoalisi disampaikan Gerindra ke PD sebagai tindak lanjut dari pertemuan AHY dengan Sandiaga Uno. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean menegaskan dua partai tersebut memang sedang menjalin komunikasi politik.

“Tadi malam pertemuan Sandi dengan AHY adalah satu bentuk komunikasinya. Jadi kita doakan saja supaya yang terbaik bagi rakyat muncul dalam Pemilu 2019 nanti,” kata Ferdinand. (Detik.com/nif/jbr)

Menangkan Khofifah, PPP Keliling Jatim dengan Mobil Kampanye

achbaidowi.com | banyuwangi – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak mau setengah hati untuk memenangkan pasangan Khofifah Indarparwansa-Emil Dardak. Parpol berlambang kakbah tersebut mengerahkan armada mobil kempanye untuk berkeliling Jawa Timur.

Sebanyak enam armada disebar untuk menyasar 38 kabupaten/kota seluruh Jawa Timur. Mobil branding bergambar Ketua Umum PPP Romahurmuziy untuk Indonesia tersebut singgah di beberapa titik strategis untuk membagikan kalender dan alat peraga lainnya.

Sekretarid Tim PPP untuk Pemenangan Khofifah-Emil, Achmad Baidowi mengatakan, armada tersebut akan keliling Jatim hingga pelaksanaan Pilkada 27 Juni mendatang. Setiap hari mereka akan mengunjungi pusat keramaian seperti pasar, terminal maupun kantor DPC PPP.

“Mereka juga akan ikut buka puasa bersama dan tarawih di masjid besar di setiap kota,” kata Awi, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (20/5/2018).

Anggota Komisi II DPR ini menambahkan, selama keliling tersebut, tim PPP menyosialisasikan pasangan Khofifah-Emil, bahkan juga menampung aspirasi dari masyarakat setempat. Mereka juga hadir di tengah-tengah komunitas anak muda untuk menarik simpati.

Anggota tim PPP wilayah Tapalkuda, M. Tanzilul Furqon, mengaku langkah yang dilakukannya dengan mobil branding itu cukup efektif. Terbukti, antusiasme masyarakat yang dijumpai cukup tinggi.

“Begitu mereka tahu yang datang adalah tim Khofifah-Emil, warga langsung berebut. Kadang kami kewalahan,” kata Tanzil.

Ketua PAC PPP Kalibaru ini optimistis dukungan masyarakat kepada Khofifah semakin meningkat. Pihaknya juga yakin jika Khofifah bisa memenangkan pertarungan Pilkada Jatim.

“Tanda-tanda kemenangan itu semakin dekat. Kami akan terus berusaha keras,” pungkasnya. (Detik.com: idr/ega)