Anies Segel Pulau D Reklamasi, PPP: Memang yang Ilegal Disegel

Achbaidowi.com | Jakarta – PPP mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel Pulau D di kawasan reklamasiTeluk Jakarta. Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, bangunan yang ilegal memang harus disegel.

“Bagus… Tapi sebaiknya memang yang ilegal-ilegal disegel,” kata Baidowi, Kamis (7/6/2018).

Tak hanya di pulau reklamasi, Awiek–sapaan akrab Baidowi–berharap penertiban juga dilakukan terhadap semua bangunan liar tanpa tebang pilih. 

Dan tidak hanya di reklamasi, tapi juga bangunan lain yang ilegal tanpa tebang pilih ya. Disegel atau pun jika ada bangunan liar juga ditertibkan. Tapi jangan sampai tindakan tegas tersebut dipolitisasi,” tuturnya.


Penyegelan yang dipimpin Anies ini dibantu personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta petugas Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan DKI. Dia menegaskan bakal menegakkan aturan terhadap semua pihak tanpa pandang bulu. Total ada 932 bangunan yang disegel, terdiri atas 495 rumah, 212 rumah kantor (rukan), serta 313 unit rukan dan rumah tinggal.

“Kita ingin menegaskan kepada semua bahwa di DKI Jakarta akan menegakkan aturan kepada semua, bukan hanya mereka yang kecil dan lemah, tetapi juga kepada mereka yang besar dan kuat. Kita ingin semua mengikuti aturan yang ada,” kata Anies. (Detik.com/yas/fdn)

Memaknai Pancasila dari Ponpes Banyuanyar

Oleh: Achmad Baidowi

(Wakil Sekretaris Fraksi PPP DPR RI/
Alumni Ponpes Darul Ulum Banyuanyar)

Ketika tanggal 1 Juni 2018 diperingati sebagai hari lahir Pancasila, pikiran saya langsung menerawang ke Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan Madura. Di pondok tersebut terdapat dua lembaga pendidikan yang dipimpin dua pengasuh berbeda tapi masih satu ikatan keluarga. Yakni LPI Darul Ulum pimpinan KH. Muhammad Syamsul Arifin dan LPI Al-Hamidy pimpinan KH. Muhammad Rofi’i Baidlowi. Saya tidak mau mengulas dua lembaga pendidikan tersebut, karena selain sudah banyak yang mengupasnya, masyarakat umum khususnya Pamekasan sudah jamak mengetahui keberadaan dua lembaga tersebut.
Dalam konteks Pancasila dengan lambag Garuda saya teringat pada dua monumen burung garuda yang terpasang di pintu masuk Banyuanyar baik dari arah timur (Kongberkong) atau dari arah barat (Kramat). Orang Madura menyebut burung Garuda dengan sebutan Nok Berrih. Bahkan, di era angkutan umum jenis minibus L300 ataupun T 120 jadi primadona, nok berrih di kong berkong menjadi tanda bagi penumpang untuk turun menuju Ponpes Banyuanyar.


Di pertigaan kongberkong, nok berrih berdiri dengan gagah menjulang ke atas awan seolah-olah menunjukkan keperkasaannya dalam mengawal NKRI. Lokasinya berada di pojok pertigaan, sehingga dalam radius 300 meter posisinya akan terlihat dari sudut manapun. Monumen ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi para santri untuk berfoto, bukan saja zaman now tapi juga zaman old ketika medsos belum menjadi kebutuhan.


Sementara di arah barat, nok berrih terpasang di pintu masuk kompleks pondok pesantren. Lokasinya agak terselip di rerimbunan pohon. Bagi yang tak terbiasa melintas tidak akan menyadari akan adanya monumen tersebut. Letaknya berada di pojok eks gudang tembakau yang dibangun alm KH. Abdul Hamid Baqir, pengasuh LPI Darul Ulum Banyuanyar. Karena letaknya sedikit tersembunyi tidak banyak santri yang berfoto di lokasi ini kecuali bagi mereka yang hobi fotografi.
Saya pun tergelitik untuk mencari tahu musabab dua monumen burung garuda tersebut dipasang di areal Ponpes Banyuanyar. Sepanjang pengalaman saya berkunjung ke sejumlah pondok pesantren belum menemukan situasi serupa. Konon dua monumen tersebut merupakan hadiah dari Pangkopkamtib waktu itu di era 1970-an, Jenderal Sudomo yang berkunjung ke Banyuanyar untuk bersilaturahmi dengan KH. Abdul Hamid Baqir. Saat itu masih hangat-hangatnya penerapan azas tunggal oleh rezim Orde Baru. Maksud dan tujuan pemasangan monumen tersebut antara lain; sebagai penghargaan kepada alm KH. Baqir atas jiwa patriotismenya yang turut serta berjuang melawan penjajah Belanda. Selain itu, sebagai bukti bahwa pondok pesantren berada di garda terdepan dalam membela NKRI. Bahwa Pancasila merupakan falsafah hidup bersama yang digali dari nilai-nilai agama (Islam) dan nilai sosial budaya Indonesia. Pondok pesantren menyadari hal tersebut karena perumus tels Pancasila juga terdiri dari perwakilan kaum santri. Kerelaan menghilangkan 7 kata dalam piagam Jakarta dalam teks Pancasila merupakan pengorbanan besar dari umat Islam untuk Indonesia. Satu hal lagi yang perlu diteladani dalam kepemimpinan alm KH. Baqir yakni keberanian menerima kunjungan Sudomo yang saat itu memilik memeluk agama Kristen. Selain mengajarkan toleransi, KH. Baqir juga ingin mendudukkan persoalan secara proporsional, yakni menghormati Sudomo sebagai pejabat negara. Indonesia bukanlah negara Islam, maka setiap pejabat negara pun harus dihormati dalam kapasitas sebagai penimpin institusi negara. Mungkin karena barokah Ponpes Banyuanyar, pada tahun 1997 Sudomo kembali memeluk Islam.
Kini estafet kepemimpinan LPI Darul Ulum Banyuanyar dikendalikan oleh KH. Muhammad Syamsul Arifin yang merupakan menantu sekaligus santri terbaik KH. Baqir. Secara nasab KH. Muhammad masih ada ikatan kekerabatan dengan KH. Baqir. Saat ini pun, KH. Muhammad selalu mengajarkan kepada kami bagaimana memperlakukan pejabat negara khususnya yang berkunjung untuk silaturahmi ke pondok pesantren. Seperti yang selalu disampaikan, “jangankan sesama muslim, dengan nonmusmim pun jika mau silaturahmi dengan tulus harus kita terima, siapa tahu nanti bisa mendapat hidayah dan barokah. Apalagi yang mau silaturahmi adalah pejabat negara, elite negeri dan muslim tentu tidak ada alasan untuk menolaknya”. Menutup tulisan ini, ternyata memaknai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila tidaklah perlu njlimet dan berbelit. Saya pun selama lima tahun belajar Pancasila dari Ponpes Banyuanyar. Selamat Hari Pancasila.

AHY-Sandi Bertemu, PPP: Sinyal Poros Ketiga Tak Pernah Konkret

Achbaidowi.com | Jakarta – PPP menanggapi pertemuan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno, hanyalah pertemuan biasa. Namun, dengan adanya pertemuan, semakin menguatkan sinyal pembentukan poros ketiga tidak pernah konkret.

“Itu semakin menguatkan bahwa sinyal untuk poros ketiga tak pernah konkret dan belum mengembang sehingga makin jauh. Artinya hingga saat ini indikasi yang ada bahwa PD (Partai Demokrat) hanya akan merapat ke salah satu poros,” ujar Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada detikcom, Sabtu (19/5/2018)

Hanya saja soal keseriusan PD membentuk poros ketiga, dinilai Baidowi, kembali lagi ke niat partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Dia hanya menekankan jika politik itu bergantung pada perwujudan sikap.

“Soal niat itu PD yang tahu. Tapi politik itu kan konkret, bisa dilihat wujudnya. Selama itu belum konkret berarti hanya wacana,” pungkasnya.

Jumat (18/5) lalu, AHY ‘diam-diam’ bertemu dengan Sandiaga. Pertemuan itu untuk menjajaki peluang koalisi keduanya di Pilpres 2019. Menurut PD, tawaran kesempatan berkoalisi disampaikan Gerindra ke PD sebagai tindak lanjut dari pertemuan AHY dengan Sandiaga Uno. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean menegaskan dua partai tersebut memang sedang menjalin komunikasi politik.

“Tadi malam pertemuan Sandi dengan AHY adalah satu bentuk komunikasinya. Jadi kita doakan saja supaya yang terbaik bagi rakyat muncul dalam Pemilu 2019 nanti,” kata Ferdinand. (Detik.com/nif/jbr)

Menangkan Khofifah, PPP Keliling Jatim dengan Mobil Kampanye

achbaidowi.com | banyuwangi – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak mau setengah hati untuk memenangkan pasangan Khofifah Indarparwansa-Emil Dardak. Parpol berlambang kakbah tersebut mengerahkan armada mobil kempanye untuk berkeliling Jawa Timur.

Sebanyak enam armada disebar untuk menyasar 38 kabupaten/kota seluruh Jawa Timur. Mobil branding bergambar Ketua Umum PPP Romahurmuziy untuk Indonesia tersebut singgah di beberapa titik strategis untuk membagikan kalender dan alat peraga lainnya.

Sekretarid Tim PPP untuk Pemenangan Khofifah-Emil, Achmad Baidowi mengatakan, armada tersebut akan keliling Jatim hingga pelaksanaan Pilkada 27 Juni mendatang. Setiap hari mereka akan mengunjungi pusat keramaian seperti pasar, terminal maupun kantor DPC PPP.

“Mereka juga akan ikut buka puasa bersama dan tarawih di masjid besar di setiap kota,” kata Awi, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (20/5/2018).

Anggota Komisi II DPR ini menambahkan, selama keliling tersebut, tim PPP menyosialisasikan pasangan Khofifah-Emil, bahkan juga menampung aspirasi dari masyarakat setempat. Mereka juga hadir di tengah-tengah komunitas anak muda untuk menarik simpati.

Anggota tim PPP wilayah Tapalkuda, M. Tanzilul Furqon, mengaku langkah yang dilakukannya dengan mobil branding itu cukup efektif. Terbukti, antusiasme masyarakat yang dijumpai cukup tinggi.

“Begitu mereka tahu yang datang adalah tim Khofifah-Emil, warga langsung berebut. Kadang kami kewalahan,” kata Tanzil.

Ketua PAC PPP Kalibaru ini optimistis dukungan masyarakat kepada Khofifah semakin meningkat. Pihaknya juga yakin jika Khofifah bisa memenangkan pertarungan Pilkada Jatim.

“Tanda-tanda kemenangan itu semakin dekat. Kami akan terus berusaha keras,” pungkasnya. (Detik.com: idr/ega)

Pantun Kode PPP untuk Jokowi soal Cawapres

Achbaidowi.com | Jakarta, Dalam workshop nasional anggota DPRD dari Fraksi PPP, sempat terselip pantun politik. Pantun tersebut menyinggung soal cawapres 2019.

Hal ini dibacakan Ketua Panitia Achmad Baidowi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2018). Ada dua pantun yang dibacakan.

Dari Sabang sampai Merauke. Gemah ripah loh jinawi. Pak Jokowi sering hadir di acara PPP. Itu memiliki makna tersendiri,” ujar Baidowi membacakan pantun pertama.

Pada pantun kedua, Baidowi menyinggung soal Hamzah Haz, yang pernah menjabat Wapres di era Megawati Soekarnoputri. PPP melempar kode supaya 2019 kembali menduduki posisi tersebut.

Buah cempedak juwana. Dimakan bersama nikmat rasanya. Pak Hamzah Haz Wapres dari PPP. Insyaallah 2019 ada penerusnya,” ucapnya.

Seperti diketahui, PPP merupakan parpol pendukung Jokowi untuk Pilpres 2019. PPP juga sempat memutar video Jokowi saat ditanya Najwa Shihab soal sosok Ketum PPP Rohahurmuziy jadi cawapres.

“Muda, santri, intelektual, saya kira cocok untuk cawapres,” kata Jokowi dalam video itu. (Detik.com)

PPP Yakin Poros Ketiga Hanya Jadi Wacana

Achbaidowi.com, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan, Achmad Baidowi, yakin poros ketiga pilpres hanya akan menjadi wacana. Sebab, hingga kini belum terlihat keseriusan terbentuknya poros itu.

“Masih ada poros ketiga? Soal poros ketiga, sampai saat ini hanya menjadi wacana-wacana yang belum teraplikasi atau terealisasi di lapangan,” kata Baidowi di Gedung DPR, Jakarta, Jumat 11 Mei 2018.

Ia memahami, wacana poros ketiga sah saja. Tetapi, dia mempertanyakan siapa yang menjadi inisiator membentuk koalisi dengan ambang batas 25 persen hasil pemilu.

“Kami belum melihat keseriusan. Tetapi, dalam politik tak ada sesuatu yang tidak mungkin. Segala sesuatunya memungkinkan, tetapi tentu saja ada hitung-hitungannya. Kami belum melihat keseriusan dari teman-teman poros ketiga,” kata Baidowi.

Ia menambahkan, hingga ini capres yang diajukan poros ketiga juga belum ada. Baru ada Joko Widodo dan Prabowo.

Meski begitu, dia menegaskan, koalisi Jokowi tak akan terganggu ketika memang poros itu terbentuk.

“Presiden pilihan rakyat, pilihan langsung, bukan pilihan parpol. Jadi, meskipun hanya didukung oleh parpol minimalis misalnya, hanya ngepas saja. tapi bisa saja memenangkan kontestasi,” kata Baidowi.

Ia menyadari adanya poros ketiga pasti akan memengaruhi Jokowi, tetapi juga Prabowo. “Tapi dalam konteks pilihan langsung itu tak berpengaruh, hanya mungkin berpengaruh dalam konteks bagaimana mengusung pada KPU (Komisi Pemilihan Umum),” kata Baidowi. (VIVA.co.id)

PPP Minta Seluruh Anggotanya di DPRD Sosialisasikan Program Jokowi

Achbaidowi.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta seluruh anggotanya di DPRD untuk menyosialisasikan program Presiden Joko Widodo kepada masyarakat.

Untuk itu, PPP akan menyelenggarakan workshop nasional dengan mengundang sekitar 1.200 anggota DPRD dan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PPP dari seluruh Indonesia.

Workshop akan digelar di Hotel Mercure, Ancol, pada 13-15 Mei, dengan turut mengundang Presiden Joko Widodo dan para menteri kabinet kerja.

“Kenapa kami mengundang anggota DPRD, ada presiden dan menteri? Untuk dapat gambaran dari pemerintah, apa capaian atau kebijakan yang sudah dicapai pemerintah. Khususnya program yang bersentuhan di masyarakat,” kata Wakil Sekjen PPP Ahmad Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/5/2018)

Melalui 1.200 anggota DPRD PPP di seluruh Indonesia, diharapkan sosialisasi kebijakan pemerintah bisa segera tersampaikan ke masyarakat. Sebab, seluruh anggota DPRD PPP mewakili konstituen yang jumlahnya mencapai 8 juta orang.

“Ini membantu DPP sosialisasi ke masyarakat khususnya konstituen PPP, yakni ulama dan pesantren, kaitannya dengan program pemerintah dan sikap politik PPP di Pemilu 2019,” kata Baidowi.

Baidowi mengatakan, Presiden Jokowi sudah memastikan akan hadir. Kepala Negara akan memberikan sambutan sekaligus membuka acara.

“Konfirmasi beliau sudah siap hadir. Terakhir sudah kami koordinasi tadi dengan pihak protokol Istana,” kata Baidowi.

Sementara itu, menteri yang sudah memastikan akan hadir adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Agama yang juga kader PPP Lukman Hakim Saifuddin.

Ketiga menteri akan memberikan materi mengenai kerja kementerian mereka selama ini kepada para anggota DPRD PPP.

PPP mewajibkan seluruh anggotanya di DPRD untuk hadir.

“Kegiatan ini menjadi syarat bagi anggota DPRD PPP untuk dicalonkan kembali dalam pemilu berikutnya. Kalau enggak datang, berarti sudah tidak mau atau tidak bersedia jadi caleg PPP lagi,” kata Baidowi. (Kompas.com)

DPP PPP Gelar Workshop Nasional Anggota DPRD Se Indonesia Akhir Pekan Ini

Achbaidowi.com, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Kegiatan Workshop Nasional Anggota DPRD PPP.

Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) di Hotel Mercure Ancol Jakarta 13-15 Mei 2019.

Wakil Sekretaris Jenderal  (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi mengatakan kegitan ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. “Insya Allah akan dibuka Presiden Joko Widodo,” kata Baidowi di Ruang Fraksi PPP, Komplek Parlemen, Nusantara I, Jakarta Pusat, Jumat (11/5).

Baidowi menjelaskan, kegiatan ini dihadiri oleh 1.200 anggota DPRD dari 34 DPW PPP. Menurutnya, semua anggota DPRD dan CalegDPRD di Pileg 2019 nanti wajib hadir.

“Anggota DPRD PPP wajibmengikuti kegiatan ini kecuali dia tidak mau menjadi caleg kembali.” tukasnya.

Selain itu, acara tersebut juga akan dihadiri Menteri Kabinet Kerja, diantaranya, Menteri  Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Diharapkan ada sosialisasi terhadap kebijakan pemerintah bisa segera tersampaikan kepada masyarakat karena DPRD mewakili konstituen-kosntituen yang jumlahnya sekitar 8 juta pemilih sehingga ini membantu dari DPP untuk bisa mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya kader PPP, Kyai, ulama dan pondok pesantren,” katanya.[Akurat.co]