Akan Jadi Bos BUMN, PPP Nasehati Ahok

Anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi menyatakan menghormati kewenangan Menteri BUMN Erick Thohir untuk menentukan pimpinan BUMN, termasuk menunjuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Meski begitu, Baidowi mengingatkan Ahok supaya mengubah pola komunikasi dengan lebih mengedepankan empati, bukan emosi, dalam memimpin lembaga.

“Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan baik-baik saja tanpa harus dengan emosi,” ujar Sekretaris Fraksi PPP DPR ini lewat keterangan tertulis pada Rabu lalu, 13 November 2019.

Menurut Baidowi, BUMN juga harus steril dari parpol maka Ahok mesti mundur dari partai, yaitu PDIP, jika ingin mengisi kursi dirut BUMN.

“Perlu juga dijelaskan kepada publik bahwa persoalan di DKI yang sempat menjadi polemik sudah selesai, sehingga tidak memunculkan kecurigaan lagi,” ujar dia.

Ahok, juga mantan Wakil Gubernur DKI yang mendampingi Jokowi, pernah menjalani hukuman penjara selama sekitar 2 tahun dalam perkara penistaan agama. Tuduhan itu muncul dari sebagian kelompok Islam menjelang Pilkada DKI 2017. Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang akhirnya menang pilkada.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mengisyaratkan Ahok berpeluang mengisi posisi petinggi BUMN bidang energi.

“Kira-kira begitu (masuk BUMN bidang energi),” ujar Luhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 13 November 2019.

“Kira-kira begitu,” jawabnya ketika ditanya.

Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *