PPP Optimistis Tembus 3 Besar Pemilu 2019

Beritasatu.com | Bangkalan – Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP, Achmad Baidowi meyakini bahwa partainya mencapai target tiga besar pemenang Pemilu 2019, sehingga dirinya meminta para kader di daerah untuk bekerja keras memenuhi target tersebut.

“Kader PPP harus meyakini target tiga besar akan tercapai dengan kerja keras dari semua elemen partai. PPP tetap percaya diri untuk mengusung kader terbaiknya dalam pemilihan kepala daerah,” kata Achmad melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (1/10).

Hal itu dikatakannya saat membuka musyawarah cabang (Muscab) ke VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bangkalan, Madura.

Dia mengatakan, untuk mencapai target, dirinya meminta supaya mempertahankan basis pemilih tradisional. Dia meminta suara PPP di Bangkalan minimal dua ratus ribu dan meminta kader PPP merebut kembali perolehan suara pada tahun 1999 dan 2004.

“Bagaimana kita menyeragamkan gerak di seluruh Indonesia, jangan sampai ada perselingkuhan politik, kalau Itu terjadi akan menghancurkan suara partai,” ujarnya.

Menurut dia, dalam setiap hajatan politik, kader PPP harus menyeragamkan langkah mulai dari tingkat pusat, daerah hingga ranting partai.

Dia mengingatkan, suara PPP akan rusak jika kader PPP tidak kompak.

Selain itu terkait Muscab PPP Bangkalan, dirinya meminta seluruh kader PPP di Bangkalan mengedepankan musyawarah saat pemilihan ketua dan sekretaris cabang partai.

“Kader PPP harus bersatu dibawah kepemimpinan M Romahurmuziy. Dengan mengharap ridho Allah SWT, saya menyatakan muscab ke VIII secara sah buka dan bisa dilanjutkan,” katanya.

Muscab ke VIII itu dihadiri juga Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafa Nur, Sekretaris DPW PPP Jatim Norman Zain Nahdi, perwakilan DPC dari kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Selain itu, ratusan kader dan simpatisan PPP memadati ruang acara.

 

Sumber : http://www.beritasatu.com/politik/389851-ppp-optimis-tembus-3-besar-pemilu-2019.html

Anggota Komisi II DPR RI, Achmad Baidowi Berkurban Sapi di Madura

Pamekasan | Infomadura : Achmad Baidowi yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi II DPR RI Dapil XI (daerah pemilihan Madura) menghadiahi hewan kurban pada masyarakat di daerah utara Pamekasan, yaitu di Desa Bujur Timur Batumarmar Pamekasan Jawa Timur.
Kali ini, hewan kurban yang disalurkan oleh anggota MPR RI ini berupa seekor sapi betina yang pemotongannya dilakukan di Dusun Songai Rajah, bertempat di rumah salah satu tokoh masyarakat di Desa Bujur Timur, H. Subairi. Karena banyaknya masyarakat yang menginginkan daging kurban di daerah tersebut maka pihak tuan rumah menambah dengan satu ekor sapi lagi. Pemotongan hewan kurban tersebut dilaksanakan pada hari ini setelah sholat ‘ied dilaksanakan sekitar jam 09.00 WIB, Senin (12/09).

Staf Ach. Baidowi, Slamet Riady saat dihubungi oleh infomadura.com menyatakan bahwa untuk tahun ini pihaknya masih bisa menyalurkan satu ekor sapi, tapi untuk kedepannya akan berusaha menambah menjadi tiga atau bahkan lebih dari jumlah itu.

Di tempat yang sama H. Subairi juga berharap kedepannya tindakan baik ini tetap dilaksankan oleh Ach. Baidowi. Karena selain sunnah dilaksanakan, harapannya dengan berkurban bisa lebih dekat dengan konstituen serta Allah bisa melindunginya dalam melaksanakan amanah rakyat.

“Semoga kedepannya tetap dilakukan, berharap juga jumlahnya lebih banyak dari yang disalurkan saat ini dan juga semoga tidak hanya di sini tapi di tempat lain juga. Selain itu, semoga kurbannya diterima oleh Allah dan menjadikannya lebih dekat dengan konstituen dan pekerjaannya dilindungi oleh Allah.”. Kata H. Subairi dengan penuh harap.

Saat pemotongan dilakukan, masyarakat berdatangan dan rela menunggu untuk mendapatkan daging kurban yang disalurkan oleh pria yang saat ini juga menjabat sebagai wasekjend DPP PPP tersebut. Meski mereka harus rela berpanas-panasan, mereka terlihat bahagia dan sumringah di hari ‘idul adha ini lantaran bisa mendapatkan daging kurban. (SL/AB)

Komisi II DPR Sepakati Parpol Bersengketa Tetap Miliki Hak Konstitusional dalam Pilkada

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi II DPR RI telah menyelesaikan beberapa isu krusial terkait Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), dalam Rapat Dengar Pendapat yang berlangsung sejak Kamis, 25 Agustus 2016.

Dijelaskan oleh Anggota Komisi II DPR dari F-PPP Achmad Baidowi, salah satu isu krusial tersebut yakni perihal PKPU nomor 05 tentang pencalonan terkait sengketa kepengurusan parpol, khususnya pasal 36 ayat 2, yang diputuskan untuk dihapus.

Sebelumnya draft PKPU berbunyi “Apabila terdapat putusan sela yang menunda pemberlakuan SK, maka parpol tidak bisa mengajukan pasangan calon hingga terbit putusan inkrah.”

“Klausul tersebut dianggap bertolak belakang dengan ketentuan Pasal 40a UU 10/2016 tentang Pilkada, yang dalam ketentuan tersebut bahwa apabila terjadi sengketa kepengurusan maka yang menjadi acuan adalah SK Menkumham terakhir,” jelas Awiek sapaan Achmad Baidowi, dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (26/8/2016).

Setelah melewati proses diskusi yang cukup alot, disepakati bahwa ketentuan pencalonan bagi parpol yang mengalami sengketa kepengurusan tetap mengacu pada SK Kemenkumham terakhir sebagaimana ketentuan pasal 40a UU 10/2016.

“Sifat dari putusan RDP bersifat final dan mengikat sebagaimana ketentuan pasal 9 UU 10/2016. Dengan keputusan tersebut, maka tidak ada lagi parpol yang kehilangan hak konstitusionalnya dalam pilkada. Sebagai pelaksana UU, kami mengingatkan KPU agar bekerja sesuai ketentuan UU dan tidak membuat norma-norma baru yang bertentangan dengan UU,” ucap Awiek.

(ROS)

Wakil Sekjen PPP Tolak Full Day School

Radarmadura.jawapos.com | PAMEKASAN – Wakil Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menolak penerapan full day school atau sekolah sehari penuh. Dia menilai, full day school kurang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia.

Selain itu, jika pendidikan tingkat SD hingga SMP diterapkan sehari penuh, bisa mengancam keberlangsungan pendidikan diniyah yang sudah berjalan sejak dulu. ”Pendidikan diniyah harus dilestarikan karena penjaga moral umat. Kami menolak full day school itu,” kata Achmad Baidowi saat menggelar silaturahmi dan serap aspirasi di Madura, Minggu (14/8).

Di hadapan ratusan kader partai dan tokoh ulama PPP, anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan XI Madura, Jawa Timur itu menjelaskan, penerapan full day school sangat tidak relevan. Terlebih, di Madura biasa menerapkan pendidikan pagi–sore. Yakni, pagi di SD dan sore di madrasah diniyah.

”Jika sistem sekolah sehari penuh ini diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, sekolah diniyah yang sudah menyebar sejak dulu di Madura akan terancam bubar,” ucap legislator yang pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan itu.

PPP, kata dia, memberikan perhatian khusus terhadap program pendidikan diniyah. Sebagai bentuk keseriusan, setiap calon kepala daerah yang didukung PPP harus menginisiasi peraturan yang memuat kewajiban pendidikan diniyah bagi warga muslim melalui peraturan daerah (perda).

Wakil rakyat yang akrab disapa Awiek itu memulai kunjungannya dari LPI Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Palengaan, Pamekasan. Hadir dalam kunjungan itu Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar yang juga Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP KH Muhammad Syamsul Arifin, Dewan Pengasuh Banyuanyar KH Solahudin al Ayubi, ulama, dan simpatisan partai.

Tidak hanya itu, dia mengunjungi Kantor DPC PPP Pamekasan dan Desa Waru Barat, Kecamatan Waru; menemui kader PPP di Desa Tobai Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang; Pondok Pesantren Nurul Haramain Manding, Sumenep; dan Pondok Pesantren Ar-Rahman Lembung Barat, Lenteng, Sumenep.

Awiek berharap muncul generasi pesantren yang ahli dalam berbagai bidang. Dia optimistis, santri bisa berprestasi meskipun dengan fasilitas terbatas. ”Kita jangan sampai terpaku pada satu tempat, tapi harus punya cita-cita, harus lebih maju,” tegasnya.

PPP, sambungnya, terus melakukan langkah-langkah politik untuk merealisasikan target tiga besar pada Pemilu 2019. Strategi utamanya melalui pematangan trilogi pemenangan pemilu.

Trilogi pemenangan PPP sudah ditetapkan dalam rapat kerja pada Mei lalu. Trilogi dimaksud yakni mempertahankan basis Pemilu 2014 dengan modal 39 kursi, merebut kembali basis pemilih pada Pemilu 1999 dan 2004, serta menyasar pemilih pemula. ”Melalui trilogi pemenangan tersebut, PPP berharap bisa merealisasikan target tiga besar,” kata Awiek.

Secara khusus, pihaknya meminta kader PPP selalu dekat dengan rakyat. Menurut dia, setiap kader PPP harus hadir di tengah masyarakat dan turut membantu memberikan solusi. ”PPP harus selalu dekat dengan rakyat. Kalau ada kesusahan harus dibantu. Membantu tidak harus selalu dengan materi, tapi mencarikan solusi juga bagian dari mendekati rakyat,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPR RI ini kemudian memaparkan strategi perolehan suara PPP pada 2019 nanti. Menurut dia, partai berlambang Kakbah itu harus menjaga hubungan baik antarkader partai. Jika PPP solid, akan mendapat dukungan dari rakyat.

”Kita harus berjuang untuk pemenangan PPP dalam Pemilu 2019. Harus dipelajari kekurangan dan kelemahan mencapai tiga besar. Apakah mungkin? Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Awiek.

Dia bersyukur, agenda serap aspirasi dengan masyarakat Madura terlaksana secara maksimal. Hal itu menjadi bukti PPP di Madura masih sangat diapresiasi. Awiek menyoroti pentingnya regenerasi dalam partai.

”Regenerasi harus dilakukan. Ada perpaduan antara senior dan kader muda PPP.  Kader muda harus dilibatkan,” tutupnya. (*/hud/luq)