Selamat Datang di Website Resmi Dr. H. Achmad Baidowi, S.Sos., M.Si Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Wakil Ketua Baleg DPR RI Ketua PP GMPI |

Ikuti Media Sosial:

PPP: Perang Terhadap Judi Online Tak Hanya Menutup Konten dan Situs, Miskinkan Juga Bandarnya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi menyoroti masih banyaknya situs judi online dan rendahnya pengawasan terhadap bandar judi online, baik di dalam maupun luar negeri.

 

Bahkan, diduga para bandar dan situs judi online masih relatif leluasa menjalankan kegiatan tersebut.

 

Meski, diketahui Kementerian Komunikasi dan Informasi dan (Kominfo) telah banyak menutup konten dan situs judi online yang ada di Indonesia.

 

“Aset-aset mereka juga belum sepenuhnya terlacak, dibekukan, dan diproses hukum,” kata Baidowi, Senin (27/11/2023).

 

Data dari drone emprit menyebutkan Indonesia menempati posisi teratas permainan judi online di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Tercatat ada 201.122 pemain judi slot dan gacor (judi online).

 

Menurut pria yang akrab disapa Awiek ini, pemerintah khususnya Kementerian Kominfo memang sudah menutup (take down) konten dan situs judi online.

 

Hal itu terlihat dari data penanganan konten perjudian yang dilakukan Kominfo dari 17 Juli sampai 9 November 2023, total sudah ada 504.860 konten judi online yang diblokir.

Baca Juga:  PPP: Kondisi Ganjar De Javu, Seperti Jokowi Dikeroyok Banyak Partai di Pemilu 2014

 

“Di satu sisi, itu memperlihatkan pemerintah sudah bekerja. Namun, di sisi lain itu juga menunjukkan judi online tetap eksis. Satu konten ditutup, dua tiga konten terbuka lagi. Perang terhadap judi online tak bisa hanya dengan menutup konten dan situs judi,” ucap Awiek.

 

“Negara juga harus hadir dengan menindak tegas para bandar judi. Lacak jejak digital dan fisik mereka. Telusuri aset-asetnya. Miskinkan bandar judi. Bekukan dan sita agar mereka tidak bisa lagi membuka jaringan judi online antarnegara, dan memelihara jaringannya,” tegas Awiek.

 

Ketua DPP PPP ini juga menyebut tidak betul juga kalau bandar judi online hanya ada di negara-negara tetangga yang legalkan judi.

 

Hal itu bisa dibukti, beberapa waktu lalu Ditkrimsus Polda Metro Jaya menangkap bandar yang membuka kantor di Bali.

 

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkap dalam sebulan bisa memblokir 2.000 konten judi online.

 

“Itu dalam sebulan kita bisa blokir sampai 2.000 konten judi online, baik yang berupa website portal, maupun yang berupa konten di media sosial,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong di Jakarta.

Baca Juga:  PPP Ajak Demokrat Gabung Koalisi Pendukung Ganjar Pranowo di Pilpres

 

Terbaru, sejak 2018 hingga 6 September 2023, Kemenkominfo menyatakan telah melakukan pemutusan akses situs dan takedown terhadap 938.106 konten judi online.

 

Sejak bulan Juli sampai September 2023, pemutusan akses dan takedown telah dilakukan terhadap 124.439 konten perjudian online.

 

Konten-konter tersebut tersebar pada berbagai situs, platform sharing content, dan media sosial.

 

Usman mengatakan, dalam waktu tidak terlalu lama, total pemutusan akses situs dan takedown konten judi online oleh Kemenkominfo bisa mencapai satu juta

 

Sebelumnya, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan, Indonesia sedang darurat judi online.

 

Terlebih, saat ini para pelaku judi online sudah berani untuk mempromosikannya secara terang-terangan.

 

“Pelaku makin berani dan terang-terangan mempromosikan judi online via media sosial,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta.

 

Dia memastikan Kementerian Kominfo akan melakukan pemantauan 24 jam atas puluhan ribu situs judi online yang makin menggila.

 

SUMBER: https://m.tribunnews.com/nasional/2023/11/27/ppp-perang-terhadap-judi-online-tak-hanya-menutup-konten-dan-situs-miskinkan-juga-bandarnya?page=all

Berita Terbaru

Terpopuler

© 2016 - 2023 | achbaidowi.com