Soal Dukungan di Pilkada DKI, DPP PPP Minta Pertimbangan Senior Partai

JAKARTA, KOMPAS.comPartai Persatuan Pembangunan (PPP) belum menentukan arah dukungan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi menuturkan, Ketua Umum PPP Romahurmuziy akan meminta pertimbangan para senior partai terlebih dahulu sebelum menentukan langkah politik.

Sebab, berkembang tiga opsi yang sama-sama kuat di internal PPP.

“Kami serahkan kepada Ketum untuk berkomunikasi dengan senior partai,” kata Baidowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/3/2017).

Adapun tiga opsi yang berkembang adalah dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Anies BaswedanSandiaga Uno atau memilih netral.

Tiga opsi tersebut, kata Baidowi, sama-sama kuat di internal PPP. Tak hanya di tingkat cabang, namun juga di tingkat pusat.

“Pilihan A,B,C sama semua. Contoh, kemarin kami anggap DPC ke Anies-Sandi, ternyata ada juga yang ke Ahok,” ucap Anggota Komisi II DPR RI itu.

Opsi netral bisa saja diambil PPP. Terlebih, dukungan kursi PPP pada putaran kedua tak diperhitungan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun, kata Baidowi, bisa saja secara moral dukungan PPP penting bagi masing-masing pasangan calon.

Keputusan PPP akan diumumkan pekan depan.

Sikap, kata Baidowi, harus cepat ditentukan lantaran hari pemungutan suara putaran kedua berlangsung pada 19 April atau kurang dari satu bulan.

“Apapun sikap yang diambil DPP akan segera diumumkan lah,” sambungnya. PPP sebelumnya mendukung pasangan Agus Harimurti YudhoyonoSylviana Murni.

Namun, pasangan nomor satu itu tak lolos ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta pimpinan Romahurmuziy sebelumnya berencana mendeklarasikan dukungan mereka buat pasangan AhokDjarot pada Pilkada DKI putaran kedua, di Hotel Ibis Cawang, Minggu pagi.

Adapun PPP kubu Djan Faridz sudah lebih dulu mendukung AhokDjarot. Namun, deklarasi kubu Romy itu ditunda.

Ketua DPC PPP Jakarta Utara HM Yunus mengatakan, deklarasi dukungan tersebut ditunda karena beberapa hal. Deklarasi dukungan akan kembali digelar dalam waktu dekat.

Namun, Yunus belum menyebutkan kapan persis waktunya. Kompas.com telah berusaha mengontak Romahurmuziy untuk menanyakan lebih lanjut namun belum direspons.