Selamat Datang di Website Resmi Dr. H. Achmad Baidowi, S.Sos., M.Si Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Wakil Ketua Baleg DPR RI Ketua PP GMPI |

Ikuti Media Sosial:

Achmad Baidowi: Namanya Gagasan Boleh-boleh Saja

RM.id Rakyat Merdeka – Bakal Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) tebar pesona untuk meraih simpati masyarakat, demi meraih kemenangan.

 

Ganjar misalnya, akan menyiapkan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI) para menteri yang transparan.

 

Ganjar mengatakan hal itu saat Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang disiarkan di YouTube LDII TV, Rabu (8/11/2023).

 

Kata Ganjar, masyarakat dapat menilai menteri dalam kabinetnya. Masyarakat bisa mengusulkan agar menteri diganti jika kinerjanya jelek.

 

“Sepertinya menarik kalau nanti kabinet itu yang menilai rakyat,” ucap Ganjar.

 

Menurutnya, masyarakat dapat menilai menteri yang berkinerja kurang baik, misalnya saat rapat ngantuk. Namun, kalau ada menteri yang berkinerja baik, dipuji.

 

“Kalau ada menteri yang hebat, gini Pak,” kata Ganjar sambil mengangkat jempolnya.

 

Pernyataan Ganjar soal kabinet itu ditanggapi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Silfester Matutina. Pernyataan Ganjar itu dianggap sebagai klaim kemenangan.

 

“Menang kalah itu urusan Tuhan dan rakyat. Kami tidak berani mengklaim pasti menang,” kata Silfester.

Baca Juga:  PPP: Peluang Pembentukan Poros Baru Bareng PKS-Demokrat Mulai Menipis

 

Tak terima capresnya disindir, anggota Timses Ganjar-Mahfud, Achmad Baidowi juga mengkritik Prabowo yang kerap mengungkapkan gagasannya soal Indonesia.

 

“Lah, kan sama dengan Prabowo. Prabowo juga banyak mengungkapkan gagasan yang akan dilakukan kalau menjadi Presiden. Berarti, Prabowo terlalu pede juga, padahal belum tentu jadi presiden,” balasnya.

 

Berikut ini wawancara dengan Achmad Baidowi mengenai hal tersebut.

 

Ganjar dikritik, karena sudah bicara tentang penggantian menteri. Tanggapan Anda?

 

Namanya gagasan, hal yang biasa. Tapi, itu belum tentu teraplikasikan. Tinggal kita lihat situasi dan dinamika politik. Tapi, sebagai sebuah gagasan, boleh-boleh saja.

 

Ganjar juga menyuarakan keterlibatan publik dalam hal menteri yang akan diganti. Bukankah reshuffle kabinet itu hak prerogatif Presiden?

 

Sekarang pun banyak masukan dari masyarakat mengenai reshuffle kabinet. Tapi, hak prerogatif tetap di tangan Presiden. Apakah mengikuti masukan publik atau tidak, itu hak Presiden.

 

Apa yang disampaikan Ganjar itu dianggap kepedean. Tanggapan Anda?

 

Punya gagasan jangan dianggap kepedean atau berlebihan. Terpenting, penentuan atau penggantian anggota kabinet, tidak melanggar konstitusi. Kok, mengeluarkan ide saja dilarang. Menyampaikan gagasan sebelum terpilih, itu wajar. Soal menang atau kalah, itu pun wajar.

Baca Juga:  DPR Bakal Bahas RUU DKJ Bersama Pemerintah Pekan Depan

 

Prabowo juga begitu ya?

 

Iya, Prabowo pun banyak melontarkan gagasan yang akan dilakukan kalau menjadi Presiden. Berarti, Prabowo juga terlalu pede. Padahal, belum tentu jadi Presiden.

 

Anda juga begitu ya?

 

Iya, saya jika menjadi anggota DPR lagi, ingin pendidikan digratiskan. Apakah itu kepedean? Tidak. Itu target. Jika tidak terwujud, yang penting ikhtiarnya.

 

Anda tidak merasa Ganjar kepedean?

 

Mungkin pendukung Prabowo kaget, karena Ganjar mengungkapkan hal yang baru dalam bidang pemerintahan. Itu bukti bahwa Ganjar melampaui generasinya. Bagus dong. Bukan kepedean.

 

Sumber: https://rm.id/baca-berita/blakblakan/196494/ganjar-sudah-bicara-tentang-cara-mengganti-menterinya-achmad-baidowi-namanya-gagasan-bolehboleh-saja

Berita Terbaru

Terpopuler

© 2016 - 2023 | achbaidowi.com