PPP Optimistis Masuk 3 Besar di 2019

RMOL.Kamis, 5 Januari kemarin, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar tasyakuran dalam rangka merayakan Hari Lahirnya (Harlah) yang ke-44.

Mengusung tema ‘Mewujudkan Masyarakat Madani Dalam Bingkai NKRI’, Harlah partai berlambang ka’bah ini berlangsung spesial karena dirayakan hingga tingkat Pengurusan Anak Cabang (PAC) atau tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.

“Kegiatan kemarin digelar secara nasional,” ucap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPP PPP, Ach. Baidowi dalam pesan teksnya yang diterima rmoljakarta, Sabtu (7/1).

Pria yang akrab disapa Awiek ini mengatakan, eksistensi PPP sebagai Partai Politik (Parpol) tetap terjaga meski dinamika politik di tanah air terus mengalami perubahan.

Bahkan di usianya yang sudah matang ini, PPP menargetkan bisa masuk tiga besar partai peraih suara terbanyak pada perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019.

Anggota Komisi II DPR RI ini menambahkan, upaya untuk mengejar target menuju tiga besar dalam Pemilu 2019 tersebut sudah mulai digalakkan. Pergerakan organisasi PPP pun sudah diarahkan untuk mewujudkan target tersebut.

“Upaya mengejar target tiga besar yang ingin kita raih itu sudah mulai bergerak, tidak hanya jargon,” ujar legislator asal Madura ini.

Diakui Awiek, untuk bisa masuk tiga besar memang bukan hal yang mudah bagi PPP, mengingat peta persaingan politik yang begitu ketat ditambah dengan kondisi internal partai yang seperti sekarang ini.

Namun lanjut Awiek, PPP memiliki latar belakang yang membuatnya tetap optimis bisa lolos ke tiga besar.

“Dibilang mimpi kalau belum mengalami. Beda halnya kalau sudah mengalami, tinggal mencari langkah-langkah untuk mendapatkannya kembali,” jelas pria yang juga menjadi Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang Pemilu tersebut.

Masih kata Awiek, untuk meraih target tersebut, PPP sudah mencanangkan trilogi kemenangan.

Trilogi pertama mempertahankan basis pemilih agar tetap loyal pada Pemilu serentak 2019.

Setidaknya suara pemilih loyal minimal sama dengan perolehan suara pada saat Pilkada 2014 lalu.

“Kami mempertahankan tradisi lama yang baik dan tradisi baru yang baik,” kata dia.

Sementara trilogi selanjutnya, PPP ingin kembali mengambil basis tradisi yang hilang.

“Misalnya pada masa lalu di Dapil Madura, PPP dapat 2 kursi. Sejak 2009 hanya 1 kursi. Nah bagaimana yang satu ini bisa kembali jadi dua,” terang pria yang berlatarbelakang pesantren tersebut.

Trilogi yang terakhir sambung Awiek, PPP ingin mengambil tradisi baru yang baik dengan menyasar pemilih pemula.

Dikatakan awiek, pada Pemilu 2014, setidaknya terdapat 40 jutaan pemilih pemula. Menurutnya, hal ini merupakan potensi yang harus didekati dan direkrut sehingga target tiga besar tersebut dapat menjadi realistis.

“Pemilih pemula ini sehari-hari dengan gadget, media sosial. Kita ambil saja fenomena om telolet om, anak kecil di kampung saya sudah bawa-bawa kertas minta telolet. Dahsyatnya medsos di situ. Ini yang harus kita ambil,” tukas Awiek.[has/dka]

http://www.rmoljakarta.com/read/2017/01/07/39831/PPP-Optimistis-Masuk-3-Besar-di-2019-